Tragedi Jengkol

1098 Words

Sudah selama satu jam Gafin mengitari kawasan kuningan Jakarta selatan, ia tidak dapat menemukan warung makan yang menjual jengkol, bahkan kebanyakan warung makan di sekitar sini sudah tidak ada yang buka, restoran dua puluh empat jam yang kebanyakan buka tidak menyediakan menu rendang jengkol. Setelah perjalanan panjang mobil yang di kendarainya membawanya ke daerah senen, Jakarta Pusat. Ia menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah makan padang satu-satunya yang masih buka, ia tersenyum lebar berharap di sana ada makanan yang di carinya. Gafin masuk dengan terburu-buru ke dalam rumah makan padang itu, semua mata tertuju padanya, beberapa ibu-ibu terlihat asyik berbisik dan memandang kagum kearahnya, ia tidak menghiraukan dirinya yang terlihat berantakan. ‘Jam segini masih ada aja ibu-ib

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD