Bab 3

876 Words
"Jangan heran melihat Reina mengenalku. Karena gadis kecil yang menggemaskan ini adalah sahabat dari Joan. Keponakan kesayanganku." Membawa Reina ke dalam gendongannya. "Aku setuju dengan syarat yang kamu ajukan, Avan. Dan Minggu depan adalah pernikahan kita. Tidak perlu meriah. Asalkan sah di mata hukum dan agama. Dan satu hal yang harus kamu ketahui. Aku melakukan ini demi Reina." Meletakkan surat perjanjian yang telah ia tandatangani di atas meja Avan. Niatnya untuk membatalkan perjanjian tiba-tiba saja urung dilakukan. Karena Riyanti ingin menebus rasa bersalahnya terhadap Reina. Tidak ada salahnya bukan, lagipula ini hanya sementara saja. Tidak akan lama. Lima tahun saja. Untuk Avan yang akan mengekang kehidupannya, bukankah itu wajar bagi seorang suami? Lagi pula pernikahan yang akan dilangsungkan tanpa didasari oleh cinta. Tentu saja tidak akan sakit saat Avan pergi dengan wanita lain. Riyanti menanamkan hal tersebut di dalam hatinya. Dan akan berusaha mencegah untuk cinta datang dan masuk,agar tak mengacaukan segalanya. Agar waktu lima tahun ini ia bisa menghapus luka di hati Reina, sambil belajar menjalankan perusahaan. Setelah kontrak berakhir ia akan mengambil alih kembali dari Avan. Itu janjinya. "Baguslah kalau begitu. Dan setelah ini kamu harus selalu berdoa agar kuat menjalani kehidupan yang begitu mengerikan bersamaku!" Avan menyeringai. Sangat senang karena sebentar lagi ia akan membalaskan dendam atas kematian Zahra. "Terserah apa katamu. Yang terpenting saat ini aku izin untuk membawa Reina pergi. Nanti sore aku akan mengantarkannya ke sini." "Tidak bisa!" Avan mendekat. Tangannya terulur untuk mengambil Reina kembali. Namun, hal diluar dugaan Avan terjadi. Reina mengalungkan tangannya pada leher Riyanti. "Aku mau ikut tante, Ayah!" ucapnya. Seraya menggelengkan kepalanya. "Kamu tidak boleh berdekatan dengan dia, Rei!" Suara Avan memang rendah dan terdengar lembut. Namun, rahangnya mengeras. Matanya memancarkan kilatan kemarahan. Lagi-lagi Reina menggeleng. Tangannya semakin kuat melingkar di leher Riyanti. "Mengalah saja! Aku berjanji akan menjaganya dengan baik!" Tanpa menunggu persetujuan dari Avan, Riyanti membawa Reina pergi. Avan menggeram. Belum menjadi istrinya saja, Riyanti sudah memancing emosinya. Semakin memantik api dendam, sehingga membakar dadanya. ** "Jangan katakan kamu meneruskan rencana pernikahanmu dengan Avan. Karena kalau tidak, tidak mungkin Reina ada padamu!" Jesi menggelengkan kepalanya. Tidak habis pikir Riyanti bisa senekat itu mengambil sebuah keputusan. Riyanti mengangkat bahunya. "Aku melakukannya demi Reina. Tidak lebih, Jes." Melihat ke arah Reina dan Joan. Kini kedua anak kecil tengah bermain bersama. "Kamu terlalu nekat, Ri!" Jesi mulai gemas melihat Riyanti. Diminta mencari pengganti Okta, gadis itu justru menggali lubang kehancuran dengan menikah dengan Avan. Pria yang terang-terangan mengatakan benci dan menaruh dendam padanya. "Aku tak peduli itu. Yang jelas aku ingin menebus rasa bersalah terhadap Reina. Itu saja. Lagipula ini tidak akan lama, Jes. Hanya lima tahun saja. Sambil menunggu kontrak selesai aku bisa belajar untuk menjalankan perusahaan. Simple, kan?" "Astaga … Ri! Lima tahun?" Jesi mengembangkan kelima jarinya. Riyanti mengangguk. "Tenang saja. Aku yakin tidak akan ada rasa cinta yang tumbuh di hatiku untuknya. Kamu tahu, Jes. Avan itu orangnya sangat menyebalkan dan dingin seperti es batu. Sangat jauh dari tipe pria yang aku idamkan." Mata yang oval tersebut menyipit. "Jangan remehkan cinta, Ri. Dia bisa hadir pada siapa dan di mana saja." "Ah, itu tidak akan terjadi. Percayalah!" Riyanti mengusap perut buncit Jesi, yang tengah hamil delapan bulan. "Aku harap anakmu perempuan, Jes. Agar bisa menjadi teman Reina bermain." Jesi memutar bola matanya. "Jangan mengalihkan pembicaraan!" "Seperti biasa. Kamu selalu bisa membaca pikiranku." "Aku sudah lama mengenalmu, Ri. Sangat mustahil aku tidak tahu bagaimana dirimu." Jesi menggelengkan kepalanya. Diiringi anggukan oleh Riyanti. Gadis cantik itu menatap lurus ke depan. Pada Reina dan Joan yang tengah berlarian disana. "Kamu benar, Jes," gumamnya. Melihat Riyanti saat ini, Jesi merasakan akan ada banyak hal buruk yang akan mewarnai kehidupan rumah tangganya dengan Avan. Karena ia sering mendengar dari Okta, bagaimana bencinya Avan terhadap atasannya. Dan betapa Avan sangat mencintai sosok Zahra, ibunya Reina. Wanita berlesung pipi itu dikenal ramah dan baik hati. Bertutur kata lembut dan hangat. Itu terbukti dengan bagaimana sikap Reina. Gadis itu telah dididik dengan baik oleh Zahra. Bukan hanya itu, Reina juga mewarisi perilaku baik dan wajah cantiknya. Percayalah. Saat melihat Reina, ada bayangan Zahra di sana. Terutama di mata dan lesung pipi gadis kecil itu. ** "Ma, aku akan menikah dengan wanita itu." Avan berucap pada seorang wanita paruh baya. Yang terhubung dari panggilan telepon. "Oh, ya? Kapan?" sahut wanita paruh baya tersebut. Wanita yang tidak lain adalah ibunya Zahra. Avan menyeringai. "Minggu depan. Dan aku ingin Mama membantuku untuk membalaskan dendamku padanya. Karena setelah menikah, aku akan membawanya tinggal bersama Mama." "Tentu saja, Van. Dengan senang hati Mama akan membantumu. Agar dia merasakan luka yang kita rasakan. Luka kehilangan orang yang amat dicintai." Wanita paruh baya bernama Wiwit Suhandri tersebut tersenyum getir. Menatap foto Zahra yang terbingkai di kamarnya. Ia tidak menyangka, Zahra akan pergi secepat itu.. Bahkan putrinya itu kredit membawa cucu keduanya. Yang belum sempat melihat indahnya dunia. "Zahra. Mama berjanji padamu, Nak. Apa yang kamu alami dan luka yang kamu rasakan, akan dirasakan pula oleh wanita itu." Wiwit bergumam pada dirinya sendiri. Matanya memanas. Dadanya begitu sesak. Setiap mengingat suara Avan yang bergetar. Mengatakan Zahra pergi untuk selamanya. Nggak tahu kenapa, tiba-tiba saja aku merinding menulis bab ini. Aku juga mau bilang, cerita ini berbeda dari keseluruhan cerita yang telah aku tulis. Oh, ya ... do'akan sinopsisnya segera di acc agar segera Update dan menjadi jalan bagiku untuk menjadi penulis tetap Innovel. Salam sayang untuk kalian semua.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD