13.pura pura

1006 Words
Rania menekan bahu Eros dengan telunjuk nya,namun pria itu tidak bereaksi apapun,dia tetap pada posisinya meski berkali kali Rania mencoba melakukannya namun tidak membuahkan hasil. Rania nyaris putus asa harus dengan cara apa membuat Eros bangun dari tidurnya. ya Allah .kenapa sesulit ini bangunin dia?batin Rania "Eros,saya mohon bangunlah,jangan mempersulit saya seperti ini" Eros yang sebenarnya sudah bangun sejak tadi nampak tersenyum mendengar suara Rania yang putus asa. tanpa pikir panjang lengan yang bertengger diatas bahu pria itu ditariknya hingga Rania terjatuh diatasnya. "Eros ,kamu mau apa?jangan begini tolong lepasin" namun Eros tidak mendengar ucapan Rania,dia tetap berpura pura tidur sambil memeluk Rania. "Rania,kenapa lama se_" "ya Allah...maaf kan ibu,ibu tidak bermaksud mengganggu" Widya tampak berlari keluar kamar karna memergoki anak menantunya berpelukan diatas ranjang. **** Rania menyantap makanan nya malu malu karna kejadian yang baru saja menimpanya beberapa jam lalu, karna keusilan Eros lah dia harus menanggung malu. sedangkan Eros,nampaknya santai aja meski telah kepergok ibunya berbuat m***m. sementara Widya,dia tampak senyum senyum melirik kedua anaknya bergantian. "jangan dipaksa!Rania lagi halangan Eros"seloroh Widya yang membuat Eros terbatuk saat mengunyah sarapannya. "ibu,jangan bahas itu!lihat dia,malunya kayak orang habis ketahuan mencuri" sindir Eros, yang melihat wajah Rania benar benar bersemu seperti kepiting rebus. Widya terkekeh,apakah seperti ini tingkah anak menantunya setiap hari?sangat menggemaskan bukan? yang dia tidak hal tahu ,bahwa rumah tangga mereka penuh duri dan lika liku penderitaan. . . . . "hati hati,bu .Salam untuk ayah"Rania takzim kepada mertuanya diikuti oleh Eros. hal yang membuat Widya merasa takjub karna selama ini Eros tak pernah melakukannya. betapa bangganya Widya kepada Rania yang telah membawa pengaruh positif kepada Eros meski dimulai dari hal terkecil. "iya,nanti ibu sampaikan.Kalian baik baik ya dirumah!Jaga kesehatan,Rania ibu tunggu kabar baiknya segera"ucap sang ibu kepada anak menantunya. yang hanya dapat respon anggukan oleh keduanya. setelah kepergian ibunya,Rania masuk kedalam kamarnya menutup pintu rapat. ceklek... pintu terbuka lebar,membuat Rania menghela nafas panjang. "untuk perbincangan kita waktu itu!maaf,saya nggak bisa bercerai" "kenapa?"tanya Rania enggan menatap wajah Eros "kamu lihat kan!wajah bahagia ibu seperti apa?saya nggak tega"Rania menyunggingkan senyumnya miris,rupanya ini alasan Eros ingin tetap bertahan. Rania,disini kamu hanya dijadikan alat untuk kemudahan hubungan Eros dan Aruna sekaligus kebahagiaan orang tua nya saja.batinnya "apa jaminannya ?" "jaminan?" "ya,jaminan untuk keutuhan rumah tangga pura pura ini?"tanya Rania menatap tajam Eros. "saya berjanji,tidak akan ikut campur urusan kamu lagi" "baiklah!saya setuju untuk itu"jawab Rania singkat sungguh hatinya sangat sakit merasakan ini semua,rasa sedih menyeruak dalam hatinya. kapan dia bisa merasakan rumah tangga yang sempurna,saling mencintai dan menjaga satu sama lain? **** Rania membuka pintu apartemennya,Aruna dengan sombongnya masuk tanpa melirik sedikitpun kearah Rania. "kemana Eros?"tanya setelah duduk angkuh diatas sofa "ada dikamarnya"tanpa ragu Aruna bangkit dari sofa dan berjalan mendekat ke arah kamar lalu mendorong pintu yang tertutup rapat,masuk kedalam dan menutup pintu itu kembali ya Allah kenapa sesakit ini? Rania meremas dadanya yang terasa sesak,berada dalam lingkungan yang seperti ini sungguh dia sangat berdosa dengan sengaja membiarkan suaminya berselingkuh dalam tempat tinggal nya. Rania menutup pintu pelan,lalu segera masuk kedalam kamarnya. meraih laptop dan menyambungkan koneksi WiFi yang terpasang di apartemen Eros. ada pesan masuk di aplikasi berlogo F dalam laptopnya. salwaBtq_ : Ran,sebenernya hp kamu kemana sih?sering nggak aktif. akun salwa mengirim pesan kepadanya. me : rusak habis jatuh waktu itu,kenapa sal? salwaBtq_ : aku ada dibutik sekarang,kamu bisa kesini nggak? me : dihari minggu? salwaBtq_ : pemasangan payet deadline me : oke,aku kesana. percakapan melalui aplikasi itu pun berakhir,Rania segera meraih kunci motor dan tas mini andalannya lalu bergegas keluar kamar. seketika pandangannya terpaku kearah pintu kamar Eros yang masih tertutup,apakah dia harus berpamitan atau tidak? jika tidak,bagaimana nanti kalau Eros mencarinya? oh .ayolah Rania kamu hanya bagian dari tumpukan sampah yang tidak penting,mana mungkin Eros mencari mu. Namun Rania mengenyahkan pikirannya tentang itu,dia melangkah mendekat kearah pintu kamar Eros dan bersiap mengetuk pintu setelah menghela nafas berkali kali. semoga ini bukan hal yang buruk! tok..tok..tok.. Aruna membuka pintu itu dengan pakaian yang berantakan,sedangkan Eros baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan bokser dan bertelanjang d**a Rania memalingkan wajah,matanya memanas melihat itu semua , "ada apa?"tanya Aruna ketus "maaf,saya hanya ingin berpamitan pergi ke butik ,ada urusan,permisi"mundur beberapa langkah lalu berbalik meninggalkan kamar Eros. jujur,hatinya mencelos air mata yang semula masih tersimpan kini tak mampu dia bendung. selama perjalanan,pikirannya berkecamuk,akan seberapa lama dia bertahan dengan situasi seperti ini? Rania mulai lelah bersandiwara dia mulai jengah harus berpura pura,sesungguhnya dia hanya wanita biasa dia juga rapuh,munafik jika dia kuat menyaksikan kemesraan suaminya bersama wanita lain setiap hari . tapi mengapa,Eros sama sekali tak menjaga perasaannya? apakah Rania harus pergi saja dari rumah itu?rumah yang didalamnya berisikan neraka untuknya? lagi lagi dia bingung untuk memilih. . . . ceklek Rania membeku saat Eros berdiri diambang pintu,lidahnya mendadak kelu meski banyak ucapan yang ingin dia lontarkan kepada Eros .Sedangkan Eros sendiri bingung mengapa dia dengan sengaja membukakan pintu untuk Rania. "terima kasih,saya permisi" gadis itu melewati Eros yang masih berdiri disitu. "yang kamu lihat tadi nggak benar,Rania!"satu kalimat yang Eros sendiri tidak tahu mengapa bisa meluncur begitu saja. Rania mengentikan langkahnya ,berusaha menelaah dan memahami maksud ucapan pria dibelakang punggungnya. apa yang dia bahas?apa mengenai dirinya dan Aruna tadi siang dikamar? "maaf,kalau tadi saya lancang mengetuk pintu kamar kamu.Harusnya saya tidak melakukan itu"jawab Rania kembali mengayunkan kakinya kekamarnya,tidak peduli keberadaan Eros yang masih berdiri disana. menutup pintu itu rapat,lalu melempar dirinya diatas ranjang. Rania menangis sejadi jadinya,dadanya sangat sakit ,entah mengapa sesakit ini rasanya .apakah dia mulai memiliki rasa untuk suaminya itu? yaampun...apa ini yang dimaksud Salwa jangan sampai melibatkan perasaan?apa ini akibatnya jika melibatkan perasaan? Rania menjerit dalam tangisnya,menenggelamkan kepalanya ke bantal,meluapkan segala kekesalan dam kesedihannya disana. entah sejak kapan dia mulai mencintai Eros,dia tidak tahu,padahal dia selalu melarang hatinya untuk tidak terjebak dalam pesona Eros. apa sejak mereka melalui malam panjang saat itu?Rania menggeleng pelan,kepalanya mendadak sakit. tidak seharusnya dia mengingat itu,harusnya sejak malam itu dia mengenyahkan apa yang terjadi saat itu juga. Rania mengusap air matanya,meraih botol diatas nakas lalu meminum isi air didalam botol itu lalu memejamkan mata,berusaha menetralisir pikirannya yang kacau balau.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD