"Sa …." Belum sempat Adnan bertanya, Melisa langsung menghambur ke dalam pelukan suami Adara tersebut. Ia menangis sesenggukan di dalam pelukan Adnan. "Apa yang terjadi padamu?" Adnan mendorong bahu Melisa dan melihat kaki tangan gadis itu berlumuran darah. Wajah Adara memanas melihat suaminya memeriksa tangan dan kaki Melisa. Memanfaatkan keadaan tubuhnya yang hanya dililit selimut, Adara menemui Melisa dan Adnan di depan pintu. Satu buah ide konyol juga muncul di kepala Adara. "Ehem, sepertinya dia terluka. Sebaiknya bawa dia masuk." ucap Adara mendekat. Melisa langsung senang karena ucapan Adara. Namun, detik selanjutnya gadis itu langsung merasa sesak melihat kondisi Adara. Gadis tersebut muncul dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Namun, memamerkan bahu mulus dan kaki jenja

