Sesuai dengan keinginan Adara, mereka berdua hanya diam di rumah. Satu hari ini, pasangan suami istri tersebut hanya berdiam diri di dalam kamar. Saling bercengkrama satu sama lain. Dengan posisi masih berpelukan dari tadi siang. Mereka keluar kamar hanya untuk makan, mandi dan mengambil pesanan yang dipesan lewat aplikasi. "Ah, aku belum puas rasanya," ucap Adara, sembari memainkan telunjuknya di d**a bidang Adnan. "Aku juga merasakan itu, Sayang!" Adnan mengecup kening Adara lama. "Andai saja waktu bisa diputar kembali. Aku tidak ingin bertemu dengan Marcel. Namun, aku ingin langsung bertemu denganmu dan mencintaimu, Suamiku!" semakin menenggelamkan wajahnya di dalam ceruk leher Adnan. Adara menghirup aroma tubuh suaminya dalam-dalam. Aroma yang selalu menenangkan perasaannya. "Ak

