Melisa memilih menunggu kedatangan Adara dan Adnan, di teras rumah. Dibandingkan harus menunggu di dalam. Rumah yang berjarak cukup jauh dari rumah yang lainnya, membuat Melisa sedikit takut. Karena kondisi lingkungan tersebut yang cukup sepi. Bukan hanya rasa takut yang ia rasakan saat ini, ada rasa kesal juga di hatinya, karena Adnan dan Adara yang meninggalkannya sendirian. Bahkan mereka tidak pamit sama sekali. Begitu Melisa selesai beres-beres tadi, ia tidak mendapati siapapun di rumah tersebut. Selain dirinya. Hampir satu jam berlalu, barulah Melisa melihat Adnan dan Adara pulang. Pasangan suami istri itu, saling bergandengan tangan. Sesekali ia melihat Adara yang memukul lengan Adnan. "Kenapa di luar, Sa?" sapa Adnan kepada Melisa, yang sedang berdiri di depan pintu. "Aku taku

