"Kamu yakin dengan semua ini, Sayang?" Adnan duduk di samping Adara, yang sedang menyetrika pakaian mereka. "Aku sangat yakin. Kamu tenang saja, ya. Aku sudah memikirkan segalanya matang-matang. Tidak akan lama lagi, dia pasti akan angkat kaki dari sini." Adara mengusap rahang Adnan. "Aku tidak akan akan mungkin mengizinkannya untuk tinggal. Kalau bukan karena sebuah rencana yang telah tersusun manis di kepalaku." Bisiknya lagi. "Baiklah kalau begitu. Seperti tadi yang aku katakan, semuanya aku serahkan kepadamu. Namun, satu hal yang ingin aku tegaskan. Di hatiku hanya ada kamu. Akan tetap begitu, apapun yang terjadi!" Adnan menyesap lembut bibir istrinya. Yang sedari tadi selalu menggoda dirinya. Adara mematikan setrika yang sedang menyala. Sangat tidak lucu jika pakaian yang sedang

