Kesadaran Adara kembali, saat ia merasakan tangannya digenggam oleh seseorang. Perlahan ia membuka kedua matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah seorang pria yang duduk di samping tempat tidur yang ia tempati. Dengan melipat satu tangannya di atas kasur, pria itu menjadikan tangan tersebut alas untuk kepalanya. Adara menarik perlahan tangannya yang ada di dalam genggaman pria yang ada di dekatnya kini. Pria yang sangat ia cintai, sekaligus pria yang begitu sangat Adara khawatirkan. Tangan Adara bergerak, bersamaan dengan terangkatnya wajah Adnan. "Kamu sudah sadar?" Adnan mengelus pipi istrinya. Adara mengangguk. Ia mengamati keadaan sang suami, dari ujung kaki hingga ujung rambut. Adara bisa melihat dengan jelas, perban yang melilit siku dan bahu suaminya itu. Serta ada satu bua

