Bab 25

1238 Words

"Bagaimana keadaanmu, Nan?" tanya Anton, Pria bertubuh tambun tersebut duduk di kursi, yang ada di samping tempat tidur Adnan. "Sudah lebih baik daripada kemarin, Pak. Hari ini saya sudah bisa pulang. Tinggal menunggu Dara selesai mengurus administrasi!" Ucap Adnan tersenyum ramah. "Pakailah ini!" Anton mengambil kartu debit di dalam dompetnya. Adnan mendorong kartu tersebut. "Kami masih memiliki cukup uang untuk membayar biaya rumah sakit. Seperti yang telah saya katakan, saya pasti akan memintanya kepada Bapak, jika saya dalam kesulitan." Anton menghela nafasnya berat. "Ya, baiklah kalau begitu. Saya tidak bisa memaksa kamu, Nan. Kalau begitu, saya pamit dulu. Masih banyak yang harus saya persiapkan. Dan untuk kamu, Nan. Kamu harus selalu waspada dan berhati-hati. Musuh pak Handok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD