Bab 22

1062 Words

Mata Adara mengerjap saat merasakan sebuah tangan menggenggam erat pergelangan tangannya. "Lepaskan!" Ia berusaha mencoba melepaskan cengkraman pria bertubuh kekar tersebut. Dengan sisa tenaga yang ada, Adara mencoba untuk melawan. Menendang dan memberontak. Salah satu upaya yang bisa ia lakukan. "Jangan sentuh istriku!" Suara serak menahan sakit dari Adnan, menghentikan gerakan Adara. Hatinya pilu melihat Adnan yang tergeletak di atas lantai. Dengan lumuran darah pada wajahnya. "ADNAN!" Adara berteriak histeris dan mencoba menggapai tangan sang suami. Yang sedang diinjak oleh seorang pria yang bertubuh tambun. "Lepaskan suamiku! Aku mohon!" lirih Adara. Ia masih mencoba untuk melepaskan diri dari cengkraman pria bertubuh kekar tersebut. "Buka pakaiannya! Aku ingin menikmati tubuhn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD