Adnan menggenggam pergelangan tangan Melisa dengan kuat. Membuat gadis itu meringis kesakitan. "Nan, lepas … sakit!" Melisa berusaha melepaskan cengkraman tangan Adnan. "Pergi kau dari sini! Sebelum aku mematahkan tulang tanganmu ini," ucap Adnan dingin. Ia menghentakkan tangan Melisa, sehingga gadis itu tersungkur ke lantai. "Adnan! Kamu kenapa? Kenapa kamu berubah seperti ini? Apa salahku?" Melisa mengangkat wajahnya. "Kamu masih menanyakan apa kesalahan kamu, huh!" Adnan mencengkeram dagu Melisa. "Kau lihat! Istriku sudah meminta ampun, tetapi kau tetap saja menyakitinya! Cepat katakan, tangan mana yang kau gunakan untuk menyakiti istriku!" "Nan, aku tidak menyakitinya sama sekali! Menyentuhnya saja tidak." Bentak Melisa lagi. "Kau …," Adara memeluk tubuh Adnan dan menurun

