CHAPTER DUAPULUH

4012 Words

Nesya menghela napas panjang begitu dirinya tiba di tempat tujuan. Cafe Sturbucks yang tampak sepi karena tak terlalu penuh dengan pengunjung, menjadi tempat yang berdiri di depan gadis itu.  Nesya sempat ragu untuk masuk ke dalam, bukan dirinya tak pernah masuk ke cafe ini, hanya saja jika mengingat lagi tujuannya datang ke sini, keraguan itu kembali melanda.  Nesya masih mematung di tempat sambil menatap ke arah pintu cafe bertuliskan ‘open’ itu, kebimbangan di wajahnya begitu kentara. Kini batinnya sedang berperang antara melangkah masuk atau kembali pulang. Tapi begitu ingatan pembicaraannya dengan Erin dan Nitya, keraguan itu pun mulai terkikis.  “Benar, cuma ini satu-satunya cara biar gue lepas dari Vino,” gumam Nesya pada dirinya sendiri. “Nesya, semangat!” Tambahnya, kali ini me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD