Di kamarnya Suga sedang bermain game di handphone nya. Dia selalu saja begitu.
"Yak yak.. andwae" gumamnya ketika dia kalah.
Suga menghentikan bermain game nya. Lalu dia kembali mengingat Jinny, orang yang ia antarkan kemarin.
"Yak kenapa kau selalu ada di otakku eoh" kesal Suga lalu dia penasaran dengan siapa Jinny itu.
Dia pun mencari informasi tentang Jinny dan secret number.
"Ah dia cantik juga" gumamnya tanpa sadar lalu setelah sadar apa yang ia katakan, Suga langsung menampol mulutnya sendiri.
"Hah apa yang aku katakan huh"
Suga mengusap wajahnya dengan gusar, ada apa dengan dirinya selama ini. Padahal dia tak seperti itu sebelumnya.
Suga kembali bermain game nya lalu melupakan apa yang sudah terjadi.
Sejenak..
****
"Suga-ya ayo kita makan" ujar jin dari luar kamar Suga. Suga saat ini sedang tertidur.
"Suga, kau ada di dalam kan.. bicaralah eoh" kata jin yang kesal. Suga yang sedang tidur pun membuka matanya lalu mengucek nya.
"Yak tuan min, jika kau tak keluar.. makananmu akan aku berikan pada yeontan" kata jin lalu pergi setelah mengatakan itu.
Suga mendecak Kesal lalu dia pergi ke kamar mandi dan membasuh mukanya. Setelah itu, dia menghampiri para member lain yang sudah siap di meja makan dengan menatapnya.
Suga yang merasa di tatap pun melihat ke arah mereka dengan dingin.
"Sudah bangun eoh, aku kira kau akan lumutan sampai pagi" kata j hope membuat yang lain menatapnya horor.
Suga menatap j hope dengan mematikan lalu dia duduk di kursinya dan mulai makan tanpa berbicara sedikit pun. J hope yang sadar pun meneguk ludahnya dengan kasar.
Suasana hening, hanya ada dentingan sendok yang tercipta.
"Kita akan tampil di acara tv besok, jadi jangan telat bangun.." kata namjoon dengan memelankan kata 'telat bangun' sembari melihat Suga. Orang yang dilihatnya hanya acuh dan meneruskan makan.
"Ne Hyung.. bangunkan saja aku, aku suka bablas jika mimpi ku indah" kata taehyung.
"Memangnya mimpi indah seperti apa huh" timpal Jungkook.
"Anak kecil tak boleh tau.. ini mimpi orang dewasa" ujar taehyung membuat Jungkook mengerutkan keningnya bingung.
"Yak Tae, jaga mulutmu.. jangan mencemari otak Jungkook ku" kata jin menatap nyalang pada taehyung, yang ditatap hanya bisa menampilkan cengirannya dengan mulut kotak.
"Ne Hyung, mianhe" kata taehyung.
"Yak sebenarnya apa yang kalian bicarakan huh, aku tak mengerti" celetuk Jungkook yang bingung.
"Lupakanlah kuk, tak usah di pusingkan ucapan taehyung" ujar j hope.
Jungkook hanya bisa mencebikkan bibirnya dengan kesal.
"Sudahlah cepat habiskan makanan kalian, lalu tidur" ujar jin.
Suga berdiri lalu pergi begitu saja membuat yang lain menatapnya dengan heran.
"Ada apa sih dengannya" ucap Jimin.
"Entah" timpal Jungkook.
"Pasti ada sesuatu" ujar taehyung dengan jari yang mengelus dagunya.
J hope berdiri membuat member yang ada di meja makan menatapnya. J hope balik menatap mereka dengan bingung.
"Ya kenapa kalian melihatku seperti itu eoh" kata j hope.
"Hyung kau juga mau pergi gitu aja huh" kata Jimin.
"Astaga, siapa juga yang akan meniru Suga Hyung.. aku hanya ingin mengambil buah di kulkas" balas j hope lalu menuju kulkas dan mengambil sebuah apel dan memakan nya.
***
Kulit putih pucat itu di sapa oleh angin malam. Di depannya ada sebuah sungai yang terkenal di Korea.
Sungai Han..
Min Suga, dia orangnya. Suga menyelundup keluar dorm tanpa sepengetahuan yang lain.
Dia menatap hamparan air dengan menekuk lututnya. Dan tentu saja dia memakai penyamarannya.
Hingga telinganya mendengar orang yang sedang mengobrol, dan sepertinya tak jauh darinya.
"Bagaimana hubungan mu dengannya?" Tanya teman orang itu. Suga tak bisa melihat wajah keduanya karena mereka memakai masker sama seperti dirinya.
Apa mereka juga seorang idol. Batinnya.
"Aku tak tau, aku sudah memutuskan nya.. aku memang jahat, tapi aku tak mau dia kena skandal" ujar orang itu.
"Ya bagaimana bisa, kau tau kan dia sangat mencintaimu. Jangan salahkan aku jika kau menyesal suatu hari nanti. Kau tak berpikir betapa patahnya dia saat kau pergi" ujar temannya lagi.
"Aishh Hyung aku harus bagaimana sekarang" ujarnya.
"Kau sudah salah mengambil langkah taeyong ah, aku pun bingung" kata Lucas, ya Lucas.
Suga diam di tempatnya, dia kenapa menjadi kepo dengan urusan orang lain.
"Apa aku mengajak jinny balikan lagi?" Ujar taeyong.
"Cobalah jika bisa, aku harus menemui soodam sekarang" kata Lucas lalu menepuk pundak taeyong dan pamit pergi.
Taeyong gusar di tempatnya, hatinya tak karuan lagi.
Suga menghampiri nya dan duduk di sampingnya.
"Yak siapa kau" kaget taeyong.
Suga melepaskan maskernya lalu memakainya kembali.
"Ah suga-ssi ada apa" kata taeyong.
Suga menatap hamparan air di hadapannya.
"Jauhi Jinny sekarang, karena dia sudah menjadi milikku" kata Suga dengan begitu saja membuat taeyong membelalakkan matanya tak percaya.
"Jangan bercanda, aku tau kau bohong" kata taeyong membuat Suga menatapnya dengan tajam.
"Siapa yang berbohong, aku bicara apa adanya" ujar Suga lalu pergi begitu saja.
"Arghhh.. sial" pekik taeyong.
***
Sedangkan Suga, dia merutuki mulutnya karena telah berkata seperti tadi pada taeyong. Ada apa dengannya sih..
"Aishh kenapa aku berbicara seperti itu" gumamnya lalu mengusap rambutnya kasar.
Suga kembali ke dorm dan beberapa menit setelah itu dia sampai di tempatnya.
Lalu Suga masuk ke dalam kamarnya dan lagi tanpa sepengetahuan member lain.
Suga merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu memejamkan matanya dan membukanya lagi.
"Aishhh kenapa aku tak bisa tidur" kata Suga.
Apa jin hyung memiliki nomor telepon nya. Batin Suga.
Suga lalu menggeleng setelahnya, dia memukul-mukul kepalanya sendiri.
"Aishh yonggi ya kau kenapa.. ada apa denganmu" kata Suga.
Lalu Suga mengambil bantal dan menutupi wajahnya dengan bantal itu.
***
Di dorm secret number, Jinny dan dita kini sedang berkumpul karena besok tak ada jadwal apapun. Minus soodam.
Jinny sedari tadi diam dengan memandangi layar handphone nya. Dita tak sengaja melewati nya dan melihat Jinny yang sedang memandangi roomchat nya dan taeyong.
Dita menatap Jinny dengan iba lalu menghampiri nya dan duduk di sampingnya.
"Sudah ya, jangan terlalu berlarut Jinny ya" kata Dita.
"Eonni tak akan paham" gumam Jinny lalu dia meneteskan air matanya.
Dita memeluk Jinny dan berusaha membuatnya tenang.
"Apa aku harus men chat nya duluan?" Gumam Jinny lagi.
"Aku kangen dengannya, aku tak ingin dia pergi eonni" ujar Jinny lagi.
Dita menangkup wajah Jinny lalu mengusal air matanya.
"Jika itu membuat mu senang, lakukanlah" kata Dita membuat Jinny tersenyum lalu dia mengetikkan sesuatu di hp nya.
Jinny
Oppa
Taeyong
(Read)
Jinny menatap Dita dengan memperlihatkan jawaban taeyong tadi.
"Coba lagi" ujar Dita dan Jinny mengangguk.
Jinny
Oppa, kenapa oppa jahat. Jika oppa tak mencintaiku, kenapa oppa memacariku..
Taeyeong
(Read)
Jinny
Aku cinta padamu taeyong yakk.. kenapa kau tega..
Jinny
Kumohon oppa, jangan seperti ini.
Di sisi lain, taeyong masih di sungai Han. Dia membaca setiap chat dari Jinny.
"Kenapa kau memohon padaku Jinny ya, sedang kan kau sudah menjadi milik orang lain" gumam taeyong.
Jinny
Oppa
Jinny
Katakan siapa perempuan itu.. aku akan menghabisinya
Taeyeong terkekeh membaca chat dari Jinny barusan.
"Aku tak memiliki kekasih selain dirimu Jinny ya.. mianhe"
Jinny
Bisakah kita bertemu hari ini..
"Huhfft.. aku ingin bertemu dengan mu, tapi.. apa kau lupa.. kalau kau sudah bukan lagi milikku. Ini salahku.." ujar taeyong.
Taeyeong pun membalas chat dari Jinny.
Taeyeong
Pergilah, aku tak pantas untukmu.
Jinny, dia menangis membacanya. Dia memeluk Dita dengan erat.
"Eonni hiks..."
Dita mengelus punggung Jinny dengan sayang. Dia tak tega melihatnya seperti ini, Jinny sudah seperti adik untuk Dita.
"Jinny ya.. lupakan pria bejad seperti itu.. dia tak pantas untukmu" kata Dita.
"Aku mencintainya.. hiks.. eonni.. tolong katakan padanya, jangan pergi dari ku hiks.." ucap Jinny membuat hati Dita teriris.
"Berikan ponselmu"
Jinny memberikan ponselnya pada Dita. Lalu Dita mencoba memanggil taeyong, tapi sayangnya taeyong malah menolak panggilannya.
"Jinny ya.. berhentilah menangis" kata Dita.
"Eonii hik.. hiks.."
Taeyong k*****t, aku tak akan membiarkanmu menyakiti adikku. Batin Dita.