Pernikahan yang sudah berjalan tiga bulan itu terasa hambar. Bahkan, Farzan belum pernah menyentuh Zayra. Yang ada dalam fikiran Farzan hanyalah Nayra seorang. Saat Nayra mencoba tersenyum dibalik kesedihannya, Farzan sering kali melihatnya diam-diam. "Kamu masih bisa berpura-pura tersenyum setelah semua ini." Gumam Farzan. Farzan menghela nafas panjang. Sambil sesekali menghisap rokoknya. Padahal sebelumnya dia tidak pernah merokok. "Kak Farzan." Tiba-tiba sosok wanita yang dilihatnya sudah berada di depannya. "Nayra." Farzan diam seketika. Sudah ketahuan kalau selama ini dia sering melihat Nayra dari jauh. "Kenapa kak? Kenapa kakak jadi begini? Aku gak nyangka, kakak tega ngelakuin ini sama Zayra. Kenapa?" "Satu hal yang perlu kamu tahu Nay, aku gak bisa hidup sama wanita yabg g

