Bab 72

1305 Words

3 hari kemudian "Sial!" umpat Aldi, kakak tirinya Lia spontan. Aldi yang sedang berbaring santai di kamarnya sontak terduduk ketika mendapat pesan dari Dinda yang hanya berisi satu kata. Dinda: maaf "Apa maksudnya? apa dia ketahuan?" pikir Aldi mulai panik. "Nggak boleh, nggak boleh begini." Aldi menggeleng-gelengkan kepalanya seraya mengutak-atik ponselnya, mengirimkan pesan pada Dinda. Aldi: kenapa kamu? apa yang terjadi denganmu? Aldi meletakkan ponselnya ke atas nakas lalu berdiri, berjalan mondar-mandir dengan tangan terlipat di d**a sambil melirik ke ponselnya sesekali, berharap segera ada balasan dari Dinda. Ia mengigit bibirnya kuat, hatinya tiba-tiba tak tenang. Namun sudah beberapa menit berlalu, dia tak kunjung mendapatkan balasan. Tok tok tok! Ia tersentak ketika pintu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD