Bab 73

1236 Words

"Ciluk ... Baa ...." Hana tertawa kecil ketika melihat suaminya membuat ekspresi lucu di depan anak mereka. Wajah yang jarang Hana lihat tapi Hana menyukainya. Keduanya duduk di kursi belakang. "Eh, ketawa dia," celetuk Hana ketika melihat Azka tersenyum hingga gusinya yang belum ditumbuhi gigi terlihat jelas. "Gemes banget, gemes banget anak Papaa," ucap Hans seraya mencubit kecil hidung mungil Azka, kegemasaan. "Eh, malah melet melet sekarang dia Mas." Keduanya tertawa ketika melihat ekspresi Azka yang berubah dalam hitungan detik. Hans mengusap kepala Azka dengan sentuhan lembut. "Tumbuh jadi anak yang baik dan pintar ya Azka." "Aamiin," timpal Hana cepat. Hans menarik sudut bibirnya ke atas ketika mereka bertatapan, selalu merasa jatuh cinta setiap hari. "Hmm ... Na, ngomong-ngomo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD