Bab 74

1362 Words

Setelah mendapatkan perawatan medis, Hans diperbolehkan pulang. Mereka keluar dari ruang IGD lalu duduk di sebuah kursi, Hans nampaknya masih lemas. Beberapa lukanya sudah ditutupi dengan perban dan dokter juga meresepkan obat untuk mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan. Azka tak lagi menangis, ia sudah terlelap damai di gendongan sang Ibu. "Mas, kenapa kok sedih gitu?" Hana menoleh, menyentuh pelan lengan atas Hans ketika melihat suaminya itu hanya menunduk dengan raut wajah penuh penyesalan dan lelah seolah sedang menanggung beban yang berat. "Aku kecewa karena nggak berhasil bawa Papa balik. Aku yakin orang tadi itu Papa. Mama pasti sedih banget," gumam Hans dengan suara bergetar, memejamkan matanya yang terasa berat. "Tapi, Mas ... kalau itu Papa. Kenapa Papa malah lari pas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD