Wajah Hana langsung pucat. Sendok yang tadi masih dipegangnya jatuh menimbulkan suara 'ting' pelan di lantai. "Sekarang Mbak Lala sama Azka di mana?" tanyanya cepat, nada suaranya terdengar panik. "Masih di kamar, Mbak. Azka tiba-tiba panas tinggi banget. Saya belum kasih obat, baru kasih ASI tapi kayaknya belum turun juga suhunya," jawab suara di seberang sana terdengar cemas. "Ya Tuhan …, Mbak Lala tolong kompres dulu pakai air hangat, jangan kasih apapun dulu. Saya segera ke sana." Tanpa menunggu jawaban, Hana langsung menutup telepon dan bergegas mematikan kompor. Wajahnya benar-benar tegang. "Hana, ada apa?" tanya Mia khawatir melihat perubahan ekspresi rekannya. "Azka, Mbak. Dia demam tinggi. Aku harus segera pulang." "Ya ampun … ya udah, kamu pulang dulu aja. Masakan biar Mba

