Bab 49

1262 Words

Pagi itu, ruang rapat lantai tujuh kantor Dirgantara Family Company terasa lebih hangat dari biasanya. Aroma kopi hitam bercampur dengan semangat para karyawan yang sudah duduk mengelilingi meja panjang berlapis kayu gelap. Di ujung meja, duduk Hans dengan ekspresi tenang namun penuh wibawa. "Baik, selamat pagi semuanya!" ucap Hans membuka rapat setelah semua peserta hadir, menatap satu per satu wajah yang hadir. "Selamat pagi!" "Kita sudah memasuki kuartal terakhir tahun ini, dan sesuai jadwal, bulan depan adalah waktu kita menyalurkan program donasi sosial. Kali ini, kita akan fokus pada panti asuhan," tutur Hans dengan tatapan tegas dan serius. Suasana seketika hening, semua mata tertuju padanya. Di sisi kanan meja, Dani, staf muda yang baru setahun bergabung, mengangkat tangan. "P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD