"Coba angkat dulu," celetuk Rio saat melihat gerak-gerik kekasihnya yang ragu. Lia mengigit bibirnya pelan seraya melirik ponselnya yang masih menyala menampilkan deretan angka. "Kalau kamu nggak berani, biar aku aja yang ang—" "Nggak, Kak. Aku aja yang angkat." Dengan sekali tarikan napas, Lia akhirnya memberanikan diri untuk menjawab panggilan dari nomor asing tersebut. "Halo," "Halo, Lia. Ini aku Hana." Pupil mata Lia sontak membesar, ia bahkan mengecek layar ponselnya sekali lagi, takut kalau dia sedang bermimpi. Namun itu tidak mimpi, itu benar-benar nyata. Setelah sekian lama, akhirnya dia bisa mendengar suara Hana lagi dan itu membuatnya terharu. "Hana, serius ini benar kamu? Kamu ke mana aja, Na?" Rio sontak menaruh atensi penuh pada Lia ketika kekasihnya itu menyebut nama

