"Kemarin kamu teleponan dengan siapa?" suara seseorang menghentikan Lia yang hendak masuk ke mobil. Ia menoleh ke belakang, mendapati Rio yang sedang berjalan ke arahnya sambil menenteng tasnya. Rio berhenti di samping mobil yang terparkir di sebelah mobil Lia. Lia mengernyitkan dahinya. "Kemarin?" "Saat acara makan malam perusahaan." Lia memicingkan matanya penuh selidik. "Kamu diam-diam mengikutiku ya? bagaimana kamu tahu?" "Aku kebetulan lewat," jawab Rio berkelit namun wajahnya kelihatan gugup. "Sepertinya kamu nggak perlu tahu karena itu bukan urusanmu," ujarnya dan diakhiri dengan senyum tipis. "Apa calon suamimu?" kata Rio spontan mencoba menebak. Lia awalnya sudah berbalik hendak membuka pintu mobil namun dengan cepat ia kembali berbalik. "Apa katamu?!" "Calon suami," ulang

