Bab 28

1106 Words

Ceklek! Pintu kamar terbuka, Hana masuk dengan senyum kecil di wajah cantiknya sembari membawa secangkir teh hangat di tangannya. "Ini, Mas tehnya." Hans yang duduk di tepi ranjang menerima teh tersebut. "Makasih ya," Hana mengangguk lalu duduk di sebelah suaminya. "Udah enakan belum?" tanya Hana setelah beberapa saat. Hans lalu berdiri, meletakkan teh hangat yang tersisa setengah ke atas meja nakas lalu mengusap tengkuknya. "Udah agak mendingan sih." Saat pulang kerja tadi, Hans merasa nggak enak badan, ternyata dia masuk angin. Hana sebagai istri langsung sigap memijat, mengoleskan minyak angin ke badan suaminya dan juga membuatkan teh hangat. "Mau aku buatin rebusan jahe? supaya badan kamu hangat." Hans menggeleng pelan. "Nggak usah, nanti kamu capek lagi. Teh hangat ini udah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD