21

970 Words

Sampai terdengar suara seseorang yang mengagetkannya, Rasa mendapati Raga yang berjalan mendekat. Buru-buru Rasa menutupi keningnya yang berdarah. “Tadi mau pinjem kursi,” karangnya. “Kalau butuh apa-apa, bilang gue. Biar gue yang bawain buat lo,” tutur Raga. “Butuh kursi buat apa?” “Buat...” Tiba-tiba saja Rasa tidak memiliki ide untuk mengarang alasan lebih lanjut. Sehingga saat menunggu jawaban darinya, Raga mulai curiga pada tangan gadis itu yang terus terangkat memegang kening. Lalu tanpa bicara apa-apa, ia turunkan tangan itu, dan didapatinya kening Rasa berdarah. “Kepala lo berdarah.” Tidak bertanya kenapa, Raga langsung menarik tangan Rasa untuk membawanya ke ruang P3K. Mengobati kening gadis itu, setelah ia bersihkan darahnya terlebih dahulu. Dengan duduk di pinggir satu-sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD