13

869 Words

Tak sengaja melihat Rasa yang ketiduran di meja belajarnya melalui celah pintu kamar yang terbuka, Rissa masuk dengan langkah pelan supaya tidak menimbulkan suara yang bisa membangunkan adiknya yang satu itu. Rissa membenahi perkakas belajar Rasa, menyisakan satu buku saja yang tertindih oleh kepala Rasa. Mengambil sebuah selimut untuk menghangatkan tubuh Rasa. Usai memastikan Rasa setidaknya tidak kedinginan, Rissa memandangi wajah lelah Rasa. Dengan penuh kelembutan, tangan kanan Rissa terangkat untuk mengusap kepala Rasa. Ia tahu, adiknya pasti kelelahan karena sibuk mencari tahu tentang kemisteriusan kos-kosan mereka akhir-akhir ini. Yang menyebabkan kini, anak itu jadi harus mengerjakan tugasnya di waktu malam bahkan sampai berlarut-larut. Rissa sangat menyayanginya. Dan kemarin pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD