14

794 Words

Seperti biasa, sebelum berangkat ke kampus, Antara memiliki tugas untuk mengantar sekolah Relung terlebih dahulu. Akan tetapi hari ini, entah kenapa Antara merasa ada yang aneh dengan tingkah adiknya belakangan ini. Tidak biasa-biasanya anak itu diam saat di mobil menuju sekolahnya. “Kamu kenapa, Dek? Lemes amat kayak ayam sayur,” goda Antara, yang berniat untuk membercandai supaya adiknya tertawa. Meskipun ia tahu dirinya akan gagal. Relung menggeleng. Bocah berseragam merah putih itu malah bertanya, “Masih jauh nggak, Mas?” “Lumayan, sih. Kamu masih ada waktu kalau mau bolos,” seloroh Antara masih sambil menyetir. “Mas Antara nggak usah lawak. Kriuk!” “Asem kamu, ya! Mas turunin tengah jalan baru tau rasa, deh.” Antara mengacak rambut Relung, kesal bercampur gemas, dengan tangan ki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD