Bab 50

2057 Words

Maura masih berdiri dengan napas yang terengah-engah di area parkir belakang gedung fakultas. Da-da gadis itu kembang-kempis, mengundang tatapan penuh selidik dari Samudra yang herannya melihat Maura sampai harus berlari tergesa-gesa begitu hanya demi menemuinya sebelum ia berangkat dinas. “Pak?” Panggil Maura sekali lagi. Suaranya yang serak memecah keheningan karena sedari tadi tidak mendapati jawaban atau sepatah kata pun keluar dari mulut pria di hadapannya. Samudra hanya mendengus pelan tanpa ekspresi. Dengan gerakan dingin, ia berbalik dan membuka pintu kemudi mobilnya. Maura yang melihat respons abai itu hanya mampu menggigit bibir bawahnya pasrah. Padahal, maksud dan tujuannya mengejar Samudra sampai ke parkiran sore ini murni hanya ingin mengucapkan sekadar kata terima kasih. Na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD