Bab 49

2057 Words

“Masuk kelas juga kamu akhirnya,” celetuk Sisilia begitu mendapati Maura melangkah lesu memasuki ruang kuliah yang mulai ramai. Maura segera mengambil posisi duduk di samping Sisilia, lalu menyenggol pelan lengan sahabatnya itu agar tidak menarik perhatian mahasiswa lain. “Apa sih, Sil? Jangan mulai deh, enggak usah memancing-mancing,” bisiknya ketat. Sisilia mengulas senyum kecil, mencondongkan tubuhnya. “Gimana? Hari ini masih lanjut jadi event crew pameran buku?” Maura seketika terdiam. Pertanyaan Sisilia otomatis melempar kembali ingatannya pada perdebatan sengit di meja makan pagi tadi—sebuah perselisihan yang, seperti biasa, tidak akan pernah bisa ia menangkan dari seorang Samudra Hadiningrat. Pagi buta tadi, setelah badai hukuman yang melelahkan semalam suntuk, Maura dibuat terk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD