Bab 51

2246 Words

Fokus Maura seketika terdistraksi sepenuhnya hanya karena nama Samudra lolos dari obrolan para panitia acara di baris depan bus. Rasa was-was yang sempat mereda kini kembali mengetuk dadanya. Ia mencondongkan tubuh, lalu berbisik pelan pada Sisilia yang sibuk mengunyah camilan. “Sil… Pak Samudra beneran jadi pembicara besok?” tanyanya, sekadar ingin memastikan pendengarannya tidak salah. “Oh, iya, Ra. Pak Samudra itu tamu khusus yang diundang langsung sama ketua senat fakultas kita. Padahal ya, kalau anak-anak Arsitektur sendiri yang bikin acara, mana ada yang mau mengundang dosen killer sekejam dan sekeras dia,” cerocos Sisilia, mengakui secara terang-terangan ketidakinginannya berurusan dengan sang dosen di luar jam kuliah. Maura hanya bisa meringis kaku. Ia benar-benar tidak mengetah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD