Bab 10

1317 Words

Dadanya seperti dihantam palu begitu mendapati Sisilia sudah berdiri di depannya, memandanginya lekat-lekat. Tidak. Apa Sisilia mendengarnya barusan? Gadis itu meremas ponsel yang masih di tangannya, jantungnya berpacu mengejar seribu kemungkinan buruk sekaligus. Kalau Sisilia sampai tahu, semuanya bisa berantakan—persahabatan mereka, kepercayaan yang sudah dibangun bertahun-tahun, semuanya. “Kamu tadi teleponan sama siapa?” Maura tidak langsung menjawab. Lidahnya kelu, seolah ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya. Telapak tangannya sudah basah oleh keringat dingin, mencengkeram gadget itu erat-erat. “Sil …” Suaranya nyaris tidak terdengar. Sisilia memperhatikan wajah Maura yang pucat. “Jangan-jangan …” Kalimatnya menggantung, membuat Maura semakin panik membayangkan kelanju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD