Tommy memandangi setiap sudut unit apartemen mewah milik atasannya setelah berhasil memapah tubuh lunglai itu melewati pintu masuk. Koridor privat itu terasa sunyi dan dingin. Ia sama sekali tidak mendapati sosok maupun sisa-sisa kehangatan dari Maura di sana. Melihat kekosongan itu, Tommy paham betul alasan di balik mengapa seorang pria sekeras Samudra sampai sudi merendahkan harga dirinya di bar eksklusif malam ini, menenggak puluhan sloki cairan berkadar alkohol tinggi hingga membuatnya nyaris tak sadarkan diri. Pertikaian ego bersama Thomas Jaya Hadiningrat di ruang perjamuan VIP tadi malam, ditambah hilangnya tempatnya bersandar—yaitu Maura—telah sukses mendorong sang CEO ke dalam jurang frustrasi yang teramat dalam. Tommy meletakkan gawai pintar milik Samudra di atas meja konter da

