26. Merindu dalam Sendu

575 Words
-Payung Teduh : Kita Adalah Sisa-Sisa Keikhlasan- Kita tak semestinya berpijak Di antara ragu yang tak berbatas Seperti berdiri di tengah kehampaan Mencoba untuk membuat pertemuan cinta Ketika surya tenggelam Bersama kisah yang tak terungkapkan Mungkin bukan waktunya berbagi pada nestapa Atau mungkin kita yang tidak kunjung siap Kita pernah mencoba berjuang Berjuang terlepas dari kehampaan ini Meski hanyalah dua cinta Yang tak tahu entah akan dibawa ke mana Kita adalah sisa-sisa keikhlasan Yang tak diikhlaskan Bertiup tak berarah Berarah ke ketiadaan Akankah bisa bertemu Kelak di dalam perjumpaan abadi Kita pernah mencoba berjuang Berjuang terlepas dari kehampaan ini Meski hanyalah dua cinta Yang tak tahu entah akan dibawa ke mana Kita adalah sisa-sisa keikhlasan Yang tak diikhlaskan Bertiup tak berarah Berarah ke ketiadaan Akankah bisa bertemu Kelak di dalam perjumpaan abadi • Kepada Selat Benggala, satu-satunya bentala tempat Dara bernapas. • Dalam sunyi yang makin menyepi, tawamu masih kukenang dalam kerinduan abadi Dalam gelap malam yang kelam, sayangmu masih senantiasa kurindui setiap hari Sunyi ini mencekik, karena tak ada tawamu yang menghibur sedihku Gelap ini menyiksa, sebab tak ada kamu untukku berbagi rasa takut seperti dulu kala Aku tak pernah tau kalau ternyata cinta memang perihal yang sangat rumit seperti ini. Setelah sekian lama menunggu, nyatanya tak ada kisah manis yang kutemui, melainkan tragedi yang justru terulang kembali Padahal, Ben Pada masa-masa itu, aku pun nyaris saja menyerah dengan keadaan ini Keadaan di mana kamu tak pernah mengingatku lagi Kenyataan bahwa memori tentangku tak sedikitpun tersisa dalam jejak ingatanmu Sesak ini tak kunjung pulang ke tempatnya Ia masih bersarang dan senantiasa memenuhi rongga dadda Seperti perasaanku yang tak kunjung mereda pada sosokmu yang sederhana Seperti kesabaranku menantimu untuk kembali seperti sedia kala Mencintaiku tanpa tapi, mengingatku dalam hati Meski hanya setitik saja ~M e m o r i e s~ Dara masih berharap hari-hari panjang yang ia lewati dengan penuh sesak dan rasa sakit ini, kelak akan meninggalkan ending yang membahagiakan. Meski tak untuknya, setidaknya untuk Ben. Satu-satunya lelaki yang membuat Dara jatuh hati, dan terlanjur mati pada laki-laki itu pula. Tak banyak yang Dara minta, jika saja sanggup semua rasa sakit itu ingin ia enyahkan dari Ben. Bahkan jika sanggup, Dara ingin merubah kejadian di masa lalu. Ia tak akan membuat Ben mengalami kecelakaan sehingga ia tak perlu menjalani kehidupan pelik seperti ini. Namun, Dara hanya manusia yang kodratnya menjalani semua takdir yang telah digariskan oleh Tuhan. Yang saat ini bisa Dara lakukan hanya meminta dan terus meminta pada Sang Kuasa. Dara harap, Tuhan benar-benar menunjukkan keadilannya kepada seorang pendosa macam dirinya. Setidaknya, untuk kesembuhan dan kebahagiaan Selat Benggala. 'Karena cinta selalu mengajarkan kita untuk mencintai rasa sakit.' Sandara. ~m e m o r i e s~ -B e r s a m b u n g- Attention Please!!! Halo hai! Semoga kalian baik di sana ya, buat semua pembaca saya yang nggak berwujud ini ? makasih banyak udah mampir, meskipun nggak mau menampakkan diri. So di sini saya cuma mau bilang kalau aplikasi saya agak bermasalah. Eung ... lebih tepatnya hape saya yang agak nganu ? Jadi suka ke double up tanpa sadar, gais. Maaf banget. Jadinya saya kasih saran, kalau misalkan hari ini ada pemberitahuan up cerita dari saya. Di skip dulu, bacanya pas besoknya lagi, dijamin udah aman kok buat di baca T_T Sekali lagi maaf ya gais, dan makasih banyak pula yang udah kasih love-nya. Jangan lupa mampir ke cerita saya yang lain bay The way, makasih banyak banyak
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD