19. Dimabuk Cinta

1271 Words

Nata menggenggam erat tangan Sisil sepanjang kaki mereka melangkah, menatapi jalan yang terbuat dari bebatuan di sana. Udara di sekitar mereka sangat segar, ditambah cuacanya yang sangat bersahabat bagi mereka. Tidak salah pilihan Sisil memilih taman bunga anggrek tersebut untuk menghabiskan weekend mereka berdua setelah di hari-hari sebelumnya mereka disibukkan oleh runtutan berbagai pekerjaan kantor yang menguras tenaga maupun pikiran. Sisil begitu senang kali ini, jika biasanya mereka keluar untuk urusan kantor dan pekerjaan, kali ini mereka keluar untuk tujuan berlibur melupakan sejenak peliknya pikiran mereka yang bergelut dengan pekerjaan mereka di kantor. Senyuman menenangkan tak luput dari paras ayu rupawan anak tunggal Reivan dan Vereneden. Belum pernah terbayangkan di pikiran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD