Tawa Sisil meledak ketika film kartun kesukaannya menampilkan aksi lucu yang sangat mengocok perutnya. Hari minggu merupakan hari termalas bagi Sisil. Jarang-jarang dia bisa bersantai di rumah tanpa gangguan dari Nata yang selalu menggunakan pekerjaan kantor sebagai senjata. Sisil sengaja menonaktifkan ponselnya sejak pagi. Dia tidak akan memberikan celah bagi Nata untuk mengganggu hari liburnya lagi. Sudah cukup beberapa hari libur yang dia lewatkan ketika Nata memberikannya pekerjaan dadakan dengan dalih pekerjaan tersebut bersifat emergency. "Non Sisil, saya pergi ke pasar dulu nggih," ucap salah satu asisten rumah tangganya, berpamitan kepada Sisil untuk keluar rumah. "Ah iya Bik, diantar Mamang kan?" tanya Sisil memastikan. Para asisten rumah tangga yang berpergian atas dasar peke

