Bab.9 Enam Bulan Kemudian

1174 Words

Langit senja mewarnai kota dengan semburat jingga keemasan. Jalanan mulai sepi, dan di atas bukit kecil tak jauh dari rumah sakit, Aselia berdiri sendirian, memandangi langit yang perlahan gelap. Di tangannya ada surat lain masih dari Georgia. Kali ini tanpa amplop, hanya selembar kertas yang dikirim melalui Reymond. “Dia mulai ikut terapi di dalam,” kata Reymond waktu itu. “Dan ini... katanya, untukmu.” Aselia menarik napas panjang. Sudah enam bulan sejak malam kelam itu di gudang tua. Luka fisik telah benar-benar hilang, tapi bekas emosi masih sesekali menyeruak, meski tak lagi menyakitkan seperti dulu. Surat Georgia kali ini lebih pendek: "Aselia, Aku mulai mengerti bahwa mencintai seseorang tidak berarti memiliki. Kadang, cinta justru melepaskan. Aku menyesal, tapi aku juga bersy

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD