Bab.3 Pulang Larut

1064 Words
Menuju kantor Visio Entertaiment, tempat di mana Aselia bekerja sebagai bagian keuangan. Salah satu atasan Aselia yang bernama Bu Lidia, hari ini meminta Aselia untuk pulang larut malam, dikarenakan ada closing bulanan, Aselia dikenal sebagai karyawan teladan dan sangat cekatan sehingga menjadi kesayangan atasan. Selain Bu Lidia, dia juga menjadi aset perusahaan dan karyawan kesayangan Pak Reymond. Pak Reymond adalah kakak kandung dari Ibu Lidia, yang merupakan CEO dari Visio Entertainment yang bergerak dibidang periklanan, bahkan perekrutan para artis - artis. Pak Reymond yang juga tidak kalah tampan, sudah lama memendam perasaan pada Aselia, namun Aselia tidak pernah tergoda dengan pesona Pak Reymond, karena Aselia begitu menyayangi dan mencintai Adipati. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Bu Lidia dan Pak Reymond meminta Aselia menyelesaikan beberapa laporan yang harus diselesaikan di akhir bulan ini. "Hmm Aselia ke ruangan saya ya." ucap Bu Lidia yang meminta Aselia masuk ke ruangannya "Ya Bu, permisi. Ibu memanggil saya?" "Ya, kamu tolong bantu beresin kerjaan nya si Laura ya, ini koq banyak mines banget, saya pusing kalau kerjaan dia yang megang selalu mines terus." "Lho memangnya Laura ijinin saya bantu selesaikan kerjaan dia ini Bu, saya khawatir nanti dia mikir yang nggak - nggak aja si." "Dia itu kan hanya staf keuangan, kamu kan yang head financenya, jadi hak kamu yang membetulkan dan mencari tahu masalahnya di mana, kalau sampai dia keberatan, toh kerjanya dia belum pernah bener lho, ini udah diminta sama Pak Reymond soalnya." "Ya udah Bu, kalau gitu saya cek semua pembelian, pembayaran, dan lain - lain mana tahu ada yang terlewat, memangnya mines berapa si Bu?" "Lain kali sebelum masuk ke meja saya dan meja Pak Reymond ada baiknya kamu cek dulu deh, saya nggak mau kejadian kayak gini selalu terulang." "Ya baik Bu, saya udah sering mau cek sebelum masuk ke ruangan Ibu. Tetapi dia kan ngerasa lulusan akuntasi dan udah S2 di atas saya Bu, jadi ya udah saya males cari ribut, saya juga sadar diri saya cuman S1." "Halah... nggak juga, justru kerjaan dia nggak pernah bener tahu nggak, kamu terus yang benerin, jangan - jangan dia kuliahnya boleh nembak lagi, belum pernah itu kerjaan dia nggak ada minesnya, selalu ada aja kesalahannya. Udah buruan kamu beresin, nggak apa - apa kan kamu lembur perkiraan sampe jam sepuluh malam lah, sama nanti tolong keluarin beberapa giro yang mau cair besok ya." "Ya Bu siap." "Eh by the way kan kamu baru nikah ya, kamu udah ijin kan sama si suami kamu, kalau hari ini akan pulang larut." "Aman si Bu, saya udah pamit dari pagi, makannya saya bawa bekal makanan juga." "Hmm kamu baik - baik aja kan Aselia?" "Saya baik - baik aja Bu, memangnya kenapa Bu?" "Hmm itu mata kamu keliatan sedikit bengkak, kamu kurang tidur apa abis nangis?" "Oh ini bukan Bu, saya belakangan ini susah tidur aja, begadang, jadi gini deh." "Ya sudah lanjutin kerjanya ya, nanti kamu pulang dianter supir kantor aja ya, apa gimana?" "Hmm saya bawa motor Bu, kasian kalau supir yang anterin, tar kemalaman dia pulang juga." "Lho kita lembur sampai jam sepuluh malam lho, nanti kamu ngantuk nggak bawa motor?" "Aman Bu." "Ya sudah kalau gitu, kamu kerjainnya di ruangan saya aja, saya mau keluar sebentar ya." "Baik Bu." Lidia lalu mengajak Reymond untuk membeli beberapa makanan untuk yang pada lembur hari ini. Saat di dalam perjalanan, Reymond bertanya pada Lidia. "Lid, kamu tadi serius banget ngobrol sama Aselia, apa ada masalah?" "Biasa lho Mas, itu kerjaannya Laura nggak pernah bener, makannya aku minta Aselia yang benerin, kan dia head financenya to." "Oh terus tadi kayak aku denger kamu nanya something gitu sama dia?" "Hmm ini sich ya baru feelingku ya Mas, kamu lihat nggak matanya Aselia kayak agak bengkak gitu, kayak abis nangis, tetapi saat aku tanya, katanya nggak ada apa - apa, alasannya cuman kurang tidur aja katanya." "Ya kalau kurang tidur itu mata panda, bukan mata bengkak, ya aku juga lihat, dia bukannya baru nikah kan sama Miliarder Adipati Argawijaya, seharusnya dia bahagia kan, karena setahu aku, gosipnya dulu itu mereka sempat pacaran dulu, waktu Adipati masih di titik nol, terus mereka sempet pisah, nah ketemu lagi tahu - tahu udah nikah aja mereka." "Hmm kamu kayaknya kurang seneng gitu Mas, denger Aselia nikah sama Adipati." "Nggak usah ngeledekin aku ya, kamu kan tahu sendiri, aku udah lama suka sama Aselia, bahkan udah sayang banget sama dia, aku sebenarnya mau lamar dia dulu, pas tahu gosipnya dia udah putus sama Adipati, eh baru mau melangkah, tahu - tahu dia kasih undangan pernikahanya, lemes aku langsung." "Hahaha lemes, lagian kelamaan kamunya." "Bukan kelamaan, Aselia itu cinta mati sama Adipati, dia wanita yang beda dan tipe setia banget, kalau udah sayang satu ya satu Lid." "Ya udah Mas, kalau belum jodoh mau dipaksakan juga nggak bakalan bisa, tetapi one day kalau ya berjodoh mana tahu." "Kamu doain Aselia pisah gitu sama Adipati?" "Ih nggak lah Mas, maksudnya jika kehendak Tuhan, kita kan semua nggak tahu kan Mas, namanya sebuah misteri hidup, Tuhan yang mampu membalikkan hati orang kan." "Ya ada benarnya juga, tetapi semoga Lid, dia bahagia sama Adipati, dan Adipat bisa bahagiain dia, tetapi kalau sampai aku denger suaminya nyakitin dia, rela aku pasang badan." "Lah jangan Mas, selama dia masih istri orang, kalau ada masalah, Mas jangan ikut campur, yang ada malah buat masalah baru namanya." "Hmm apa perlu ya aku taro mata - mata gitu, ngikutin dia dan taro seseorang buat kerja di rumahnya Adipati?" "Nggak usah aneh - aneh, kamu lupa Adipati Argawijaya itu bukan orang sembarangan, mereka punya banyak anak buah, dan perusahaan kita cuman secuil dibanding perusahaan dia, mau perusahaan kita sampai ditutup sama dia, mikir dulu kalau mau bertindak Mas, jangan gegabah, kita juga jangan mikir jela dulu, ya mana tahu Aselia cuman capek aja, pas nikahan kan sampe malem itu tamu nggak ada berhentinya." "Ya semoga aja, tetapi Mas selalu doa, minta sama Tuhan, kalau dia nggak bahagia sama Adipati, Mas siap jadi pelindungnya." "Udah Mas, jangan mikir jauh - jauh dulu. Aku tahu kalau Mas itu sayang banget sama Aselia, aku bahkan setuju - setuju aja, kalau dia jadi ipar aku, tetapi selama dia masih istri orang, jangan diganggu deh, apalagi dia sekarang istrinya Adipati Argawijaya, jangan macem - macem." "Ya Mas tahu." "Kalau udah tahu ya udah jangan bertindak gegabah." "Ya udah buruan turun yuk, beli makanannya, kasian yang pada lembur." "Okay."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD