Anastasha's debut

1140 Words
Dengan Hoodie kebesaran berwarna hijau lumut, seorang gadis berjalan santai di Banpo Bridge. Tanpa sadar air mata mengalir dari mata jernihnya. Semilir angin malam menemani langkah gadis cantik itu, dia Anastasha Claudy. Gadis yang di beritakan akan debut seminggu lagi oleh MAS Entertainment. Anastasha berhenti, ia memegang sisi jembatan dengan pandangan lurus memandangi tenangnya arus sungai Han. Tak bisa ia bohongi perasaannya, rasa rindu akan kekasihnya sudah sangat besar. Sampai-sampai ia tidak tahan lagi rasanya. “Halo Darryl!” Rasa sakit dan bahagia menjadi satu saat bibirnya menyebut nama itu. “Sedang apa?” “Darryl baik-baik aja, kan?” Senyum simpul terpatri di bibir gadis ber-hoodie itu, “Anastasha kangen sekali ...” lirihnya. “Tasya mau cerita sedikit, boleh?” Helaan nafas beratnya terdengar, lalu disambut suara tawa mengejek. Entah mengejek siapa, mungkin Anastasha sedang menertawakan diri sendiri. “Walaupun Tasya tau Darryl gak dengar, Anastasha akan tetap cerita.” Sekali lagi, Anastasha menarik nafas dan membuangnya perlahan. “Seminggu lagi Anastasha debut, Anastasha sangat senang.” “Impian Tasya akan terwujud.” “Sudah lama Tasya menunggu waktu ini. Tapi bukan ini keinginan terbesar Tasya.” Anastasha memaksakan diri untuk tersenyum, “Ketemu Darryl adalah yang paling Tasya tunggu.” “Entah kapan, tapi Anastasha sangat menantikan saat-saat bertemu dengan Darryl.” Anastasha memejamkan mata dan menunduk, linangan air mata kembali membasahi pipinya. “Anastasha sayang Darryl, selalu.” Senyum cantik tak hentinya terpasang di wajah seorang idola baru, Anastasha Claudy. Bersama dengan ketiga member lainnya, Ristel, Sein, Jihan dan Anastasha, mereka debut di grup yang akan dikenal banyak orang dengan nama MEDISON, medicine and Poison. Kata obat dan racun berpadu, menandakan jika mereka berempat bisa menjadi obat yang akan membuat penggemarnya terhibur dan senang karena sifat ramah dan baik hati mereka. Namun juga bisa beracun jika diusik. Maksudnya, mereka juga memiliki konsep gaya swag yang akan meracuni haters untuk beralih menjadi fans. Sein, dengan nama asli Park Se In. Dia sebagai leader, vocal dan rapper. Jihan, memiliki nama asli Han Ji Ra. Sebagai main vocal dan dancer. Ristela Ganes, dengan nama panggung Ristel. Berperan sebagai main rapper dan juga sub vocal. Anastasha, sebagai maknae, lead dancer, main vocal seperti Jihan, serta visual dalam grup. “I'm so happy!” seru Jihan dengan wajah berseri-seri. Anastasha yang merekomendasikan nama panggung untuk Jihan, menurutnya nama itu sangat cocok untuk gadis cantik berambut hitam panjang itu. Sangat pas untuk gadis kalem seperti Han Ji Ra. “Me too!” sahut Ristel setelah menepuk-nepuk pipinya berulang kali. Mencoba menyadarkan diri jika ia memang tidak sedang bermimpi. Anastasha tersenyum saja, ia mengedarkan pandangannya. Di bawah sana, banyak pasang mata yang sedang menatap ke arah mereka berempat. Sein maju ke depan dan meraih gagang mikrofon. “Hello everyone! I'm Sein, leader of MEDISON group.” Suara riuh tepuk tangan menyambut.  “Thanks for accepting us with pleasure!” (Halo semua, Saya Sein pemimpin grup MEDISON. Terima kasih telah menerima kami dengan senang hati.) “This is a moment that I will never forget.” “I hope we get love from all of you, thank you.” *** Anastasha menatap layar TV dengan mata berbinar, ia cukup bangga. Snake Women's, music video debut mereka sudah ditonton sebanyak 50M lebih dalam kurun waktu sehari. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa untuk grup rookie seperti mereka. “So damn! Am I dreaming?” ujar Ristel dengan mata terbelalak. Sein tersenyum bangga lalu bertepuk tangan. “Marvelous, you're great guys!” “Akuh cantek bangat!” sahut Jihan memakai bahasa Indonesia ia mempraktikkan sepenggal kata yang Anastasha ajarkan padanya. “Iya, kamoh memang cantek bangat Jihan-ah!” Ristel menanggapi Jihan, bermaksud mengejek logat bicara Jihan yang terdengar sangat aneh. Anastasha hanya tersenyum melihat ketiga gadis yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri. Sekalem-kalemnya Jihan, memang masih kalem Anastasha. Tidak banyak bicara namun sangat cekatan dan peduli. Sein mengelus rambut panjang Anastasha, “Be patient, soon you will meet him.” (Sabar, kamu akan segera bertemu dengannya.) Sein memberikan senyum hangat pada gadis asal Nusantara itu. Anastasha mendongak dan tersenyum, “Thank you, Eonni.” Anastasha dan anggota grup Medison memang membiasakan diri untuk berbahasa Inggris satu sama lain, karena selain di Korea, mereka juga akan difokuskan di mancanegara. *** “Jeongmal jotda!” (Bagus sekali!) Sutradara Go bertepuk tangan, ia kagum akan bakat akting Anastasha. Selain aktif dalam grup MEDISON, Anastasha juga terjun di bidang akting. Idola baru itu sangat mengagumkan walau masih pendatang baru, ia bisa langsung menarik perhatian orang banyak. Sutradara Go menjabat tangan Anastasha. “Daebak! Neo jinjja jjang-ida!” (Hebat, luar biasa!) Anastasha membalas jabat tangan dan sedikit membungkuk, dan berucap, “Kamsahamnida, Gugjangnim!” (Terima kasih, pak!) Anastasha kemudian berjalan memasuki ruang gantinya, di sana sudah ada manager Song dengan sebotol air mineral. Ia mendaratkan tubuhnya di kursi make up  dan menerima air mineral pemberian manager Song. “Thank you.” Ia meneguk air itu hingga tersisa setengah botol. Seorang penata rias memasuki ruang dan sedikit memperbaiki riasan wajah Anastasha. “Sir, when can I meet him?” Manager Song tersenyum simpul. “Soon, be patient!” (Segera, tolong bersabar!) “Uh, it's so long!” (Ah, lamanya!) Manager Song memberi kode kepada penata rias itu untuk meninggalkan dirinya dan Anastasha. “You have passed everything, just stay a little more. I'm sure everything will be beautiful in time.” (Anda sudah melalui segalanya, bertahanlah sedikit lagi. Saya yakin semua akan indah pada akhirnya.) Anastasha mengangguk, manager Song benar, semua pasti akan indah pada waktunya. Manager Song dan Anastasha sudah kenal sejak Anastasha belum debut. Dan setelah debutnya Anastasha, manager Song sendiri yang menawarkan diri untuk menjadi manager dari aktris cantik itu. Dan mereka terbiasa berinteraksi menggunakan bahasa Inggris. Manager Song lebih tua 4 tahun dari Anastasha, sehingga tidak susah untuk mengakrabkan diri. Jadi, bagi Anastasha, manager Song sudah seperti kakak laki-laki keduanya setelah Ardian. Manager Song juga tau, jika Anastasha memiliki pacar yang selalu gadis itu rindukan. “I miss him, really miss him.” Manager Song menepuk pelan pundak Anastasha. “I understand how you feel. Don't be sad, please!” Anastasha mengangguk dan tersenyum sedikit. “Mr. Song, thank you!” “Thank you for what?” tanya Mr. Song dengan alis terangkat. “For everything.” “Uh, no problem,” balas manager Song. Pria asia itu tersenyum hangat, segala tentang Anastasha sudah ia ketahui. Termasuk wajah dari kekasih sang artis. Seseorang staff operator memasuki ruangan. “Miss, your part will begin soon.” Anastasha mengangguk. “Okay!” Setelah crew itu keluar, Anastasha kemudian berdiri dan sedikit merapikan rambutnya. “I came out first.” Manager Song tersenyum, “Hm. fighting, Miss!" ujarnya memberikan gestur semangat. Anastasha lalu keluar dari ruangan. Manager song menatap punggung Anastasha masih dengan senyumnya, sudah empat tahun lebih dia mengenal gadis itu, tak ia sangka waktu berjalan begitu cepatnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD