Fathan keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggang. Tangannya sibuk mengeringkan rambut dengan handuk kecil. Bibirnya mengembang senyum saat melihat sang istri yang sudah nyenyak dibuai mimpi. Meysha pasti sangat lelah, karena seharian di kerjai oleh Ishaq. Ya, Meysha menceritakan hal ini padanya. Oleh karena itu Fathan membawa Meysha untuk beristirahat di rumah dan meminta Friska untuk menjaga mama di rumah sakit. Toh, besok pagi mama juga sudah di perbolehkan pulang. Fathan duduk di tepi ranjang sambil terus memperhatikan wajah cantik sang istri. Mata, hidung diteliti hingga akhirnya jatuh ke bibir. “Astagfirullahaladzim… no, no, no. tidak malam ini. biarkan Esha beristirahat dulu.” Fathan gelabahan sendiri karena tiba-tiba dia berhasrat. Kalau diikuti bisa

