Sakit, melihat insan dicinta dalam pelukan orang lain. Lega, karena insan tercinta tampak sangat bahagia meski bukan karenanya. Ishaq bangkit dari duduknya dan melangkah keluar meninggalkan Meysha dan Fathan. Memberi ruang pada suami istri ini untuk melepas kerinduan. “Ya Allah… terima kasih ya Allah…” ucap Fathan. Perlahan dia melonggarkan pelukan. Kedua tangannya naik memegang pipi sang istri. Air mata yang tumpah, tatapan penuh syukur dan cinta. Perlahan Fathan mencium kening sang istri, pun Meysha memejamkan matanya. Cukup lama mereka seperti itu. Fathan melepaskan ciuman. Lalu memeluk istrinya kembali. Tidak tahu harus berkata apa sekarang. Seperti tidak ada kalimat yang bisa mewakili rasa ini . Allah saja yang tahu betapa bersyukur dan bahagianya dia. “Sayang, malam itu.. apa yan

