Sedalam Rahasia

1978 Words

Sudah dua hari sejak Erwin berjanji untuk mengunjungi ibu Devi. Setelah hari itu, Erwin terus berpikir-pikir tentang waktu yang tepat untuk mengunjungi mantan calon mertuanya tersebut. Erwin tengah termenung di beranda depan rumahnya, sepulang kantor sore itu. “Mas, hari Ahad nanti aku mau kumpul dengan teman-teman di kos yang lama. Boleh?” tanya Saras yang tiba-tiba muncul. Saras meletakkan segelas besar kopi hitam ke hadapan Erwin. Bersama kopi, disuguhkannya juga sepiring kecil berisi bakwan. Penganan sederhana itu selalu diminta Erwin setiap kali bersantai sore sepulang kerja. Erwin tak segera menjawab. Ia memilih mereguk dulu kopi hitam panas seduhan Saras. “Nikmat!” desisnya selepas satu tegukan. Di hadapannya, Saras menunggu jawaban Erwin dengan sabar. “Ehm. Tentu boleh, Dik.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD