20 (a)

2517 Words

Axeline’s POV Dan ya, aku tahu alasan Justin memintaku untuk menikah dengannya secepat itu. Wajahku mendadak murung melihat pikirannya yang terlontar ketika tangan kami bersentuhan. Mengapa dia merencanakan sesuatu di luar pengetahuanku? Kugenggam erat tangannya, tidak ingin melepaskannya walaupun hanya sedetik. Aku bahkan menghentikan latihan karena menuntut balasan mengapa dia tega merencanakan itu semua di luar sepengetahuanku. “Jangan,” ujarku. “Jangan lakukan itu.” “Hanya itulah cara agar dia mau menghapuskan peraturan itu, Axel.” Dia mengelus pipiku yang basah akibat deraian air mata yang terlanjur menetes. Kutangkap tangannya, menggenggamnya lebih erat. “Tapi…” “Itu juga sebagian kecil dari tugas seorang fighter. Bukan begitu?” “Aku juga! Aku seorang fighter yang tidak berguna

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD