Epilog

293 Words

Axeline’s POV Ini yang ke sekian kalinya aku melihat arlojiku. Hampir setengah jam aku menunggu di depan sebuah kafe, bahkan mulai tidak suka dengan pandangan-pandangan orang seolah aku adalah makhluk asing yang terdampar di bumi. Kuhembuskan napas panjang, mulai jenuh menunggu terlalu lama. Sampai keberadaan seorang pria dengan rambut spike itu muncul tak jauh dari hadapanku. Tangannya menggandeng gadis kecil di sebelahnya, yang berjalan dengan langkah tergesa-gesa sambil membawa es krim di tangan kanannya. Aku menggeleng-gelengkan kepala saat mereka berdua berhenti di depanku. “Aku menemukannya di kedai es krim,” tukas Justin memberitahuku. “Astaga, sepertinya kita butuh tali pengikat agar dia tidak lari kemana-mana.” Aku menunduk untuk menatap dua manik mata hazel yang dimiliki gadi

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD