Bab 26. Jadi Pelakor

1737 Words

Duduk di sofa berdampingan saling berhadapan, Tommy menunduk dengan isi kepala memenuhi pemikirannya, entah dirinya harus mulai menjawab pertanyaan Vita darimana. Vita yang mulai tidak sabar mendorong lengan Tommy perlahan. “Katanya mau jawab, kenapa malah melamun.” Tommy melirik tajam memandang Vita merasa persiapannya terusik. “Ck, sabar dong.” Setelah membenarkan posisi duduknya, Tommy memulai cerita untuk menjawab pertanyaan Vita dengan persiapan batin kalau gadis dihadapannya akan marah setelah mendengar pengakuannya. “Kamu masih ingat waktu di Jepang?” Vita mengangguk. “Iyah, kamu yang bayarin tagihan makan malam di restoran itu kan, pakai alasan untuk survey kepuasan pelanggan.” Hembusan nafas panjang Tommy terdengar. “Kalau kamu pernah memperhatikan gaya rancang bangun desain

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD