Kegelapan di dalam saluran ventilasi terasa jauh lebih pekat dan mencekik daripada malam di gudang tua semalam. Rangga bisa merasakan keringat dingin mengalir di pelipisnya, bukan karena takut pada ketinggian atau ruang sempit, melainkan karena kehadiran sosok di belakangnya. Clarissa. Gadis itu berada di sana, bernapas dengan sangat teratur, seolah-olah merayap di saluran udara gedung sekolah adalah aktivitas yang biasa ia lakukan di waktu luang. Di bawah sana, di ruang rapat yang diterangi lampu kristal yang megah, suara kursi yang bergeser menandakan pertemuan dewan yayasan telah berakhir. Pria dengan jam tangan emas itu berdiri, merapikan jas mahalnya dengan gerakan yang angkuh. Rangga tetap terpaku, matanya masih tertuju pada pergelangan tangan pria itu melalui celah kisi-kisi ventil

