“Ledakan itu berasal dari kekuatan sihirmu yang tak terkendali." Revano menatap Beno dalam, ia tampak berhati-hati untuk menjelaskan pernyataannya barusan. Lelaki itu sedikit berjaga-jaga jika Beno kembali mengamuk seperti tadi siang—saat Duyuta mengatakan bahwa dirinya memiliki kekuatan sihir—dan menyerangnya. Beno hanya diam mendengarkan perkataan Revano. Ia merasa tak ada yang harus ditanggapi dari pernyataan Revano barusan. Sebenarnya, cowok itu sudah terlalu muak ketika mendengar semua orang yang ada di tempat ini mulai mengungkit-ungkit tentang sihir, dan segala hal aneh yang tak masuk akal di dunia ini. Namun rasa bersalah menahannya untuk meluapkan rasa muaknya. Beno merasa harus bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Bran. "Wah, kau benar-benar sulit di tebak." Revano ter

