#15 - Penjelasan

1052 Words

Beno hanya bisa mengikuti mereka tanpa protes. Beno pasrah. Ia tak peduli dengan apapun yang akan terjadi padanya. Otaknya tak mampu lagi berpikir untuk beralasan, melarikan diri dan sebagainya, Cowok itu terlalu merasa bersalah pada bocah polos yang kini mungkin sudah terbaring lemah di kamarnya. Beno melewati sebuah koridor panjang—yang menuju ke sebuah ruangan—yang sempat ia masuki pertama kali, tepat saat sang raja menyelamatkan nyawanya dari ujung pedang si gasdis berambut merah. "Hah, aku kembali ke ruangan ini," keluh Beno dalam hatinya. Cowok itu tahu bahwa dirinya akan diadili di dalam ruangan ini. Ruang pengadilan. Ruangan yang menakutkan, karena berpasang-pasang mata pasti akan menatapnya dengan ekspresi yang berbagai macam pula. Dari yang kasihan sampai yang menghakimi. Sala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD