Bab 7. Sepupu

1216 Words
"Aca, bagaimana kalau kita ke kantin bareng?" Ajak Aris saat istirahat makan siang dan melihat Deva tidak ada di sebelah Aca karena sedang di toilet. "Oke." Aca tidak menolak karena kebanyakan anak juga bakal ke kantin tanpa harus diajak. Mereka berjalan beriringan dan duduk di bangku yang biasa memang di tempati olah Aca dan Deva, jadi anak-anak di sana sudah hafal dan tidak ada yang akan berani datang menempatinya. "Kamu mau makan apa? Biar aku yang pesankan." Aris menawarkan. "Coba menu baru deh, katanya ada daging salmon dan mie rempah, trus kalau ada nasi ayam bakar dan kerupuk sama minumnya ...." "Air putih dan just strawberry 'kan?" tebak Aris segera. Mengira Aca pesan banyak makanan karena dia cuma ingin menjadi banyak satu persatu dan itu adalah hal yang biasa bagi orang kaya untuk sekedar merasakan makanan yang dibeli tanpa harus memakan semuanya. "Ya, ini kartu makan ku." Di sekolah Cavendis, semua makanan di kantin hanya bisa dibuat dengan kartu khusus untuk siswa, jadi tidak akan ada orang luar yang bisa membelinya. Kartu makan bisa di isi saldo sesuka hati dan tinggal gesek saat mengambil makanan di kantin. Di mana semua makanan di sana sudah mendapatkan pengawasan dari ahli gizi, sehingga nutrisinya sesuai untuk anak usia sekolah. "Tidak usah, aku ada banyak." "Oke, besok gantian aku yang traktir." Meskipun Aca sesekali ditraktir temannya, tapi dia juga sudah biasa mentraktir teman. Jadi, dia tentu harus mentraktir Aris setelah ini agar tidak merasa punya hutang. "Oke, gampanglah itu," ucap Aris. "Terima kasih Aris." Aca tersenyum sambil mengangguk. "Sama-sama, tunggu sebentar ya." Aris segera memesan makanan untuk Aca dan membawakan terlebih dahulu ke meja, lalu dia kembali untuk mengambil makanannya sendiri, tapi saat dia kembali sudah ada Deva yang duduk dan memakan nasi ayam bakar yang tadi dia belikan untuk Aca. "Wei Ris, makasih ya ayam bakarnya, tahu aja aku suka ayam bakar," ucap Deva sambil makan. Selalu, selalu seperti ini! Kapan Dava enggak ngintilin mereka? Aris merasa ingin melempar wajah Deva yang memasang tampang tidak bersalah dengan nampan yang dibawa olehnya. Sialan. *** "Pokoknya kamu harus bantuin aku." Aris bicara dengan sepupunya yang berada di SMA negeri tak jauh dari sekolahnya. "Bantuin apa?" tanya Sarah sepupunya itu, merasa bingung saat tiba-tiba sepupu yang jarang muncul bahkan setelah kembali ke Indonesia dan tidak mau berkunjung ke rumahnya tiba-tiba datang dan mengatakan ingin meminta tolong padanya. Sebenarnya Sarah malas berurusan dengan Aris yang biasanya selalu sombong saat bersama keluarganya karena merasa dirinya paling kaya raya dan keluarganya hanya benalu yang meminta dana dari mereka setiap tahun. Tapi, kenyataannya memang keluarga Aris yang selalu menopang ekonomi keluarganya, jadi bahkan jika Sarah tidak terlalu suka dengannya, dia tidak bisa menolak permintaannya. "Aku suka seseorang." Aris bicara. "Bukankah kamu baru di sini belum lama? Dengan siapa kamu jatuh cinta secepat itu?" tanya Sarah heran, keluarga Aris selalu mengatakan bahwa anaknya adalah idola di sekolahnya, tapi karena Aris selalu fokus pada prestasi akademik maka dia tidak memiliki pasangan atau lebih tepatnya Aris banyak menolak cewek cantik karena dia tampan dan pintar. Namun, sampai dia pindah ke Indonesia tidak ada ataupun yang berhasil memiliki hubungan dengannya karena Aris merasa pacaran akan mengganggu pelajarannya. Sekarang baru beberapa hari di sekolah baru dan Aris mengatakan dia menyukai seseorang? Apakah wanita ini sangat istimewa sehingga Aris yang katanya enggak mau pacaran sebelum kerja sekarang malah mengatakan menyukai seseorang? "Memang belum lama, tapi mau dilihat dari sudut manapun, Dia adalah wanita ideal yang aku cari selama ini." Aca cantik memiliki keluarga kaya sesuai standarisasi darinya dan yang paling penting adalah dia sangat pintar serta tidak memiliki skandal pacaran dengan cowok manapun. Bahkan, Aris sudah bertanya ke sana kemari dan mengetahui bahwa Aca belum pernah pacaran sama sekali. Artinya, jika dia berhasil mendekatinya maka dia adalah pria pertama yang akan menjadi kekasih Aca sekaligus yang terakhir. "Lalu, kenapa kamu butuh bantuanku? Bukankah kamu sangat tampan dan pintar pasti wanita yang normal akan mudah jatuh cinta padamu asal kamu mau mendekatinya." Sarah tidak bermaksud memuji, tapi dia yakin itulah yang dirasakan oleh sepupunya Aris saat ini. Jadi, apa masalahnya bukankah dia selalu percaya diri dengan kemampuannya sendiri. "Ini beda, dia bisa menjadi orang yang membuatku tertarik karena benar-benar memiliki keistimewaan dan pasti sulit di dapat, jika terlalu mudah bukankah dia tidak beda dengan wanita-wanita yang memujaku?" ucap Aris dengan percaya diri. "Jadi, kamu mau aku melakukan apa? Jadi perantara untuk mendekati dia?" tanya Sarah. "Bukan, aku hanya punya masalah dengan sepupunya." "Apa hubungannya dengan sepupunya? Apakah dia tidak merestui hubungan dirimu dan wanita yang kamu inginkan?" Sarah tidak mengerti. "Kurang lebih seperti itu." Aris mengangguk. "Wanita yang aku sukai namanya Aca, dia adalah peringkat pertama di sekolahku, tapi dia punya sepupu namanya Deva, Dava dan Justine. Dava dan Justine bukan masalah karena mereka berdua memiliki kegiatan sendiri-sendiri dan jarang menemani Aca. Masalahnya ada pada Deva." "Makhluk satu ini selalu mengikuti kemanapun Aca pergi, bahkan berangkat setelah selalu bersama Aca karena selain masih saudara ternyata Deva dipercaya oleh keluarga Aca untuk menjadi bodyguardnya selama di sekolah." "Kalau sudah seperti itu, bagaimana caranya aku bisa mendekati Aca? Kalau setiap kali aku baru menyapa atau mengajaknya janjian selalu ada Deva yang mengikutinya." Aris menjelaskan permasalahan. "Lalu, maksud kamu. Aku kamu suruh gimana?" Sarah masih belum mengerti apa yang diinginkan oleh Aris. "Deva itu terkenal playboy dan aku mau kamu jadi pacarnya sampai aku bisa jadian sama Aca, oke?" "Tapi aku sudah punya pacar." Sarah menolak. "Tsk, ini hanya sementara dan pacarannya nggak perlu seriusan. Cuma pacaran bohongan supaya si Deva enggak ngikutin Aca terus." "Tapi, bagaimana kalau Deva enggak mau pacaran sama aku?" tanya Sarah lagi, meskipun dia cantik, tapi tidak masuk kategori cantik yang sangat mempesona hingga membuat para pria mudah jatuh cinta padanya. "Tenang saja, Deva itu meski tidak setampan aku tapi wajahnya lumayan dan yang paling penting adalah dia benar-benar playboy, jadi untuk cewek secantik kamu, aku sangat yakin dia tidak akan bisa menolak pesonamu. Bahkan biasanya asal ada cewek bening dikit aja dia langsung kepincut. Jadi, kamu tidak perlu khawatir karena aku berani jamin bahwa Deva akan jatuh cinta begitu melihatmu." Aris sangat yakin bahwa Deva adalah type cowok yang gampang dirayu. "Ini 10 juta, anggap uang saku dariku." Aris menyodorkan amplop berisi uang pada sepupunya. Paling tahu bahwa dia bukan orang kaya jadi uang 10 juta pasti sudah bisa membuatnya tergoda. "Oke, asal jangan sampai ketahuan pacarku, aku tidak masalah." Sarah akhirnya setuju. Kebetulan dia butuh uang untuk membeli ponsel baru sedang uangnya baru setengahnya, sedangkan orangtuanya yang punya uang tidak akan memberikan uang sebanyak itu hanya untuk membeli ponsel. "Bagus, nanti aku hubungi sewaktu-waktu. Jadi, usahakan dalam beberapa hari ke depan jangan keluar kota atau membuat janji dengan teman bahkan pacarmu, karena aku bisa menyuruhmu datang secara mendadak dan kamu harus siap, oke?" Aris menekankan. "Oke." Sarah setuju dan memasukkan uang itu ke dalam tasnya. "Aku pergi dulu, tenang saja ini semua sudah aku bayar." Aris memang melakukan pertemuan dengan sepupunya di sebuah restoran, dia juga sengaja memesan banyak makanan mahal agar sepupunya yang miskin itu bisa menikmati makanan mewah sekali-kali. Sarah baru akan berterima kasih namun segera diam saat mendengar kata-kata Aris yang memiliki nada meremehkan. Meski begitu dia juga tidak tega jika harus membiarkan makanan ini, jadi dengan hati dongkol dia akhirnya tetap meminta pihak restoran untuk membungkus semua makanannya karena mereka memang belum menyentuhnya sama sekali.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD