Yoyo pun menjatuhkan tubuh gadis itu diranjang lalu melepas bajunya, terlihat panty warna cream muda yang dinda pakai. Dadanya terlihat begitu polos dan menggoda. Yoyo memberikan ciuman yang dalam ke bibir dinda, pria itu terus mengulum kuat dan mendorong lidahnya kedalam. Dinda mulai menikmati ciuman penuh hasrat yoyo, ia mengikuti lidah pria itu yang begitu nakal menarik-narik lidahnya.
Tangan yoyo meremas kuat d**a adinda dan memilin kuat n****e nya yang tegang. Membuat dinda memekik pelan karena sentuhannya.Yoyo pun menjilati lehernya hingga turun ke d**a mengigit lembut kedua n****e dinda. Lalu memainkan lidahnya, begitu basah dan menghisapnya perlahan.
“Ssshhhhhh ahh enak banget yo....” erangan dinda membuat yoyo semakin bernafsu.
Ia memukul pelan kedua d**a dinda dan mengigit bibir gadis itu gemas.
“Sakit sayang ???”...tanya yoyo menatap wajah dinda yang mulai kesulitan menahan hasratnya sendiri.
“Ga sayang.. terusin aja..Ahhhh”
Yoyo pun meremas kuat d**a dinda, ia memberikan hisapan kuat di sekelilingnya untuk membuat tanda merah. Dinda pun meremas kuat rambut pria itu dan memakinya kasar. Yoyo membalik tubuh dinda dan menarik rambutnya lalu menjilati telinga dinda. Dinda mendesah makin keras ia begitu menikmati cara yoyo merangsang hasratnya.
“Aahhhh yes baby..... “
Yoyo memukul kuat b****g dinda dan melepas panty nya. Pukulan yoyo semakin kuat jika dinda mendesah.
Plak.... Plak....
“Balik tubuh mu sayang... “... Yoyo pun meminta dinda menaikan bokongnya agak tinggi.
Lalu pria itu menyentuh c**t dinda yang telah basah kuyup. Sepertinya gadis ini semakin terangsang. Usapan tangan yoyo semakin kuat lalu satu jarinya ikut bermain di milik dinda yang begitu basah.
“Aahhhh...fuck.... yo enak banget..”
Yoyo dengan sengaja menyentuh bagian sensitif b****g dinda dan membuat tubuh gadis itu menggelinjang dan meminta lebih. Yoyo pun memasukan satu jarinya yang lain.. di b****g dinda. Tangan yoyo kini sibuk memuaskan hasrat dinda, kedua jarinya berlomba membuat dinda kewalahan.
Dinda hanya mampu menjerit dan mengigit bantal didepannya, ia sungguh merasakan kenikmatan yang luar biasa walaupun hanya dari jari jemari yoyo.
“Aaakkhhhh.... Yo masukin punya mu yo.. aku ga tahan...please sayang....”
Yoyo pun membuka semua pakaiannya dan menarik tubuh dinda lebih mendekat ke arahnya. Milik yoyo menghujam dengan kasar ke milik dinda.
“Aaaahhh fuck...” Yoyo mendesah nyaring.. ia merasakan milik dinda begitu menarik kuat miliknya.
Ia menggoyangkannya semakin kuat dan kasar, yoyo semakin tak tahan untuk bermain lebih kasar dari ini. Ia mengangkat kedua kaki dinda untuk berada di atas bahunya, yoyo bisa leluasa menghentak kuat miliknya berkali. Gerakannya mulai tak teratur dan semakin kasar.
Dinda menjerit menahan nikmat juga ngilu, posisi ini selalu membuatnya merasa kewalahan. Selain karena gerakan yoyo yang semakin kasar, milik yoyo pun semakin terasa penuh didalam sana. Mengaduk-aduk miliknya.
“Aaaaahhhhhhh.. yo sakit.. “ dinda mulai kewalahan karena yoyo semakin tak terkendali..
“Teriak aja dinda kalo emang sakit,aaahhhh.. teriakan nama aku din...” Sahut Yoyo dengan nafas yang memburu..
Gerakan yoyo semakin kasar, tangannya memilin lebih kuat kedua n****e dinda lalu menampar lagi wajah gadis itu.
“Mhhhhppp.....aaaahhh ampun yo..ampun...”
“Fuck....!!! enak banget dinda...Ahhhhh”
Yoyo semakin lupa diri ia merasa nafsunya berkali lipat naik hanya dengan melihat dinda terus memohon ampun. Sisi warasnya terus berusaha untuk tidak menampar wajah gadis ini lebih kuat hingga berdarah. Akhirnya yoyo melampiaskannya pada kedua d**a dinda, ia menamparnya hingga gadis itu menjerit lebih keras lagi.
Terasa semburan kuat di milik dinda, tapi yoyo tak peduli ia terus mempompa miliknya tanpa jeda. Ia tahu dinda mulai kewalahan dan berusaha mendorong tubuhnya. Namun percayalah semakin dinda menolak dan memohon ampun yang ada hanya akan membuat nafsu yoyo semakin bertambah.
“Ughhhh..... Yoyo.. please aku udah ga kuat.. main pelan-pelan aja sayang”...
Yoyo hanya diam ia masih dalam ritme yang sama , kasar dan cepat..
Tangan yoyo melepas kedua n****e dinda lalu ia mengusap c**t dinda kuat-kuat, ia ingin membuat dinda keluar lagi. Jeritan gadis itu adalah kenikmatan tersendiri baginya.
“Brengsek... Kamu yo... Aahhhh aahhhhh... Fuck..!!!”
Kini yoyo menarik miliknya ia ingin melihat bagaimana tubuh dinda yang bergetar menahan orgasmenya dan cairan yang keluar begitu banyak dari miliknya.
“Ahhhhh hhhhmmpp... Mati aku yo.. b******k emang kamu yo” dinda terus memaki pria tampan yang masih tersenyum menatapnya..
“Maaf sayang.. abisnya aku gemas banget ngeliat kamu teriak-teriak kaya gini” yoyo pun menarik tubuhnya, ia mengisyaratkan dinda untuk berdiri didepan jendela. Dinda pun melangkah dengan pelan, karena tubuhnya masih menahan sisa-sisa orgasmenya.
Yoyo kembali menggiring miliknya, tapi kini ia mencoba untuk memasuki b****g dinda. Ia sengaja mengambil baby oil dan meneteskannya sebanyak mungkin lalu masuk dengan perlahan.
“Aahhhhh sshhhh yoyo...” Dinda mendesah penuh kenikmatan..
Jepitan dibokong dinda sangat kuat, walaupun yoyo kurang menyukai gaya permainan ini namun melihat dinda puas ia pun merasa senang. Baginya anal itu hanya menyakiti perempuan namun tidak dengan dinda. Gadis ini terobsesi seks dengan segala gaya permainan apapun itu.
Yoyo bergoyang perlahan dan tangannya bermain di milik dinda, semua yang ditubuh dinda ingin ia nikmati. Tiga jari yoyo dimilik dinda telah basah kuyup, gadis itu terus menjerit-jerit keenakan. Ia bukan lagi mendesah karena hanya jeritan yang mampu menggambarkan kenikmatan yang yoyo berikan.
Yoyo merasa mulai semakin mendekati puncaknya, ia pun membuat goyangannya semakin cepat dan tangannya mulai mengikuti gerakan tubuhnya. Dinda mengangkat kepalanya ke atas dan tubuhnya kembali bergetar hingga ia merasa lemas. Yoyo pun mengerang panjang bersamaan dengan dinda.
Kini yoyo mengeluarkan cairannya di dalam b****g dinda. Ia mendekap erat tubuh gadis itu, karena dinda terlihat akan jatuh.
“Capek sayang ???” Tanya yoyo sembari menciumi bibir dinda masih dengan penuh nafsu.
Dinda hanya mengangguk dengan wajah sayu..bibirnya masih terkunci didalam lumatan yoyo. Hanya dengan ciuman di bibir dinda milik yoyo kembali tegang. Dinda menggelengkan kepalanya tanda tak setuju untuk bermain lagi, namun yoyo tak peduli ia mengangkat tubuh dinda ke atas ranjang.
Lalu ia mengambil dasi dinakas samping ranjang dan mengikat tangan dinda ke atas. Ia pun kembali membuka kaki dinda selebar mungkin.
“Aahhhhh... Sebentar aja sayang...” Desah yoyo ketika miliknya kembali masuk ke tempat hangat tersebut.
Dinda hanya pasrah ia tak bisa melawan dengan tangan terikat seperti ini, bahkan bokongnya masih terasa penuh dengan cairan milik yoyo.
“Nghhhhh....Ahhhhh teriak lagi sayang.. Ayok!!!”
Yoyo terus bergoyang dengan cepat dan meminta dinda menjerit. Dinda bahkan tak kuat lagi untuk menjerit, tubuhnya benar-benar lemas.
“Teriak dinda ayokk..!!!!” Paksa yoyo sambil menarik rambut dinda kuat.
“Iya yo... Ampun aku lemas banget... Aaaaahhhhhhh”
“Lagi dinda..lagi.. aku mau keluar nih..”
“Aaaaahhhhhhh f**k me faster and so hard beb!!
Yoyo pun keluar lagi untuk kedua kalinya ia menekan kuat miliknya kedalam milik dinda. Cairannya mereka menyatu, yoyo menatap wajah dinda yang begitu lemah dan pucat. Rasa khawatirnya menjadi muncul.
“Sayang maaf.. aku kelepasan lagi..” ucap yoyo masih di atas tubuh dinda.. bahkan miliknya pun masih di dalam..
Dinda hanya menggeleng pelan dengan mata tertutup “I’m okay.. calm down honey..”
“Tapi Dinda mukanya pucat..”
“Gak papa kok.. aku lemes aja ini.. yuk gendong aku ke kamar mandi”
Yoyo pun melepas miliknya perlahan dan menggendong dinda ke kamar mandi...dan membersihkan tubuhnya.