Chapter 6

1153 Words
Yoyo menatap dinda yang jatuh , sakit di kepalanya semakin kuat. Ia pun menjatuhkan dirinya terduduk, berusaha menguasai nafsu dan egonya sekarang. Yo.. Kendalikan diri kamu sekarang. Jangan buat kamu kehilangan Adinda lagi. Jangan buat adinda mengalami hal sama seperti wanita itu. Yoyo pun menarik tubuh adinda perlahan dan menggendongnya. Ia merebahkan pelan tubuh dinda ke atas ranjang. Gadis itu masih terisak pelan dan gemetar. Yoyo mengecup pelan kening dinda dan meminta maaf. Dinda hanya diam dan lebih memilih mendekap tubuh yoyo. Menenggelamkan kepalanya di sana, ia masih syok namun dinda mengerti yoyo sedang berusaha mengatasi nafsu monsternya. “Maafin aku din.. tolong jangan tinggalin aku” suara yoyo terdengar lirih, setetes air mata jatuh ke pipi adinda. Ini bukan air mata dinda, tapi Yoyo. Adinda pun bangun dan menatap wajah yoyo, kenapa hal yang menyenangkan harus berubah menjadi mengerikan seperti ini. Ia merasa yoyo seperti dikutuk oleh semesta. “Yoyo... Pelan-pelan aja, kalau kamu kembali lupa diri tutup mata kamu, jambak rambut aku juga ga papa kok” Adinda pun perlahan menaiki tubuh yoyo, ia mengulum pelan milik yoyo hingga tegang kembali. Dinda tahu.. semua ini harus mereka hadapi, yoyo harus sembuh. Hisapan demi hisapan terus bermain dimilik yoyo. Adinda pun menjilatinya ke seluruh milik yoyo hingga membuat pria itu terus mendesah. Tangan yoyo berusaha mencengkam kuat bantal yang ada di sampingnya. Padahal ia ingin sekali menjambak rambut dinda. “Ssshhhh.... Ahhhh dinda.. coba lagi ya, kamu di atas din” Adinda pun mengangguk dan membuka kakinya lebar sambil menuntun milik yoyo memasuki miliknya yang masih basah. “Blesss.....” “Aahhhh yo....” Dinda pun bergoyang perlahan, memaju mundurkan pinggulnya. Nikmat kembali menjalar ke tubuhnya, yoyo terlihat memejamkan matanya menahan rasa nikmat itu. Ia sebenarnya takut lupa diri kembali, namun gadis ini terlalu baik masih mengizinkannya untuk melanjutkan permainan mereka. Gesekan dua milik manusia ini semakin cepat, suara yang terdengar makin membuat mereka bernafsu. Yoyo memilin p****g dinda dengan kuat dan menariknya untuk di lumat. Dinda pun semakin merintih pelan. “Ssshhh yo.. enak Yoo.. hisap kuat-kuat please.. Aahhhhh” “Iya dinda... Punya kamu enak banget...” Dinda membenamkan dadanya semakin dalam di mulut yoyo, gigitan kecil terasa nikmat disela-sela hisapan yoyo. Goyangan dinda pun semakin cepat dan menghentak-hentak milik yoyo, miliknya mulai berkedut lagi. Dinda semakin lupa diri dan ia mulai menjerit-menjerit pelan. Yoyo melepas bibirnya di p****g adinda dan menggesek kuat clitnya, sehingga membuat dinda semakin bergoyang tak beraturan. Dengan cepat dinda menarik tubuhnya, ia pun keluar dan tubuhnya masih bergetar menahan orgasmenya. Dinda memang luar biasa setelah rasa syok nya tadi ia masih mampu menikmati permainan ini. Yoyo mengelus pelan b****g adinda yang masih terbaring lemas. “Balik tubuh kamu lagi sayang.. mau kan, aku janji nahan diri” “Oke...” Ucap dinda membalik tubuhnya, ia yakin kali ini baik-baik saja. Yoyo menghantam sekuat tenaga ke dalam milik adinda, hingga gadis itu merasakan ngilu hingga meremas kuat seprei ranjang itu. Ia merasakan gerakan yoyo semakin brutal menggempur miliknya. “Ssshhhh aaakkhhhh... Dinda..” Yoyo meremas kuat b****g dinda dan mencoba menggosok kuat c**t dinda.. tangan satunya terus meremas dan menampar b****g dinda hingga merah. “Ughhhh.... Yo... Terus.. terus... Ahhhhhkkk Ssshhh pukul b****g aku kalo kamu udah ga kuat” Mendengar ucapan dinda yoyo pun seperti kesetanan memukul b****g gadis itu, miliknya semakin ia goyangkan tak menentu. Terus menghantam hingga terasa ngilu luar biasa yang dinda rasakan. Dinda tak mampu lagi mendesah kini ia menjerit dan memaki yoyo. Milik yoyo begitu kuat keluar dan masuk didalam liangnya. Dinda merasakan ia akan keluar dan mulai ikut menggoyangkan bokongnya kasar. “Aahhhh Ahhhhhkkk yo kayanya aku bakal keluar lagi” “Plak plak” pukulan keras terus yoyo berikan ke b****g dinda. Dinda pun tak kuasa menahan nikmat yang ia rasakan, ia sampai terbaring lemas. Dan miliknyanya semakin banjir. Yoyo dengan kasar membalik tubuh dinda menghadapnya, ia menggempur miliknya ke liang dinda yang semakin basah tersebut. p****g dinda ia hisap dengan kuat hingga terasa ngilu. Dinda mendorong pelan wajah yoyo memohon ampun. Namun pria itu seperti tuli. “Yo.. Yoo stop.. ingat Yoo kendaliin diri kamu please” Yoyo hanya diam ia pun menarik gespernya yang berada disamping ranjang, dinda mulai panik dan berusaha meronta namun kali ini tubuhnya terkunci di bawah yoyo. Yoyo menarik tangan dinda ke atas dan mengikatnya dengan gesper. Ia hanya begitu terangsang menatap wajah memelas dinda di bawah tubuhnya. Ia kembali menggoyangkan miliknya dengan cepat dan mengusap kuat k******s dinda, gadis itu pun menjerit-jerit memanggil nama yoyo. Rasa nikmat dan ketakutan dinda menjadi satu, ia pun begitu terangsang diperlakukan yoyo sekasar ini. Jadi apa mereka berdua sama sakitnya??? “Ahhhhhkkk sial... Enak banget punya kamu din..” Desah yoyo sambil menjepit kuat kedua p****g dinda. “Akhhhh.. ampun Yoo pelan-pelan aja.. sakit... nghhhhh Uhhh” dinda semakin kuat menghempaskan kepalanya ke kiri dan kanan, ia menahan rasa sakit dan nikmat yang luar biasa. “Maaf dinda.. Aku ga bisa...” Yoyo pun mencium kuat bibir dinda hingga terasa kebas dan lidahnya pun yoyo hisap dengan kuat. Lidah itu turun kembali ke d**a adinda dan meninggalkan jejak yang begitu merah. Yoyo masih belum merasa akan keluar, jadi ia terus menggoyang miliknya tanpa peduli jeritan adinda yang tubuhnya semakin lemah. Ia memegang leher adinda seperti mencekik dan semakin kuat menggerakkan miliknya. Wajah dinda memerah karena mulai kesulitan bernafas, tubuhnya tak lagi bisa memberontak. Tapi anehnya ia kembali keluar dan lebih banyak dari yang tadi. Milik yoyo tetap bergoyang dan tak peduli cairan yang terus menerus keluar dari liang milik dinda. Akhirnya ia merasa mulai kewalahan dan mendekati puncaknya, yoyo pun melepas tangannya di leher dinda dan akhirnya dinda bisa bernafas normal. Ia mulai menangis ia merasa bisa saja mati ditangan yoyo saat ini. Yoyo pun melihat wajah dinda yang memerah dan basah, ia menciumnya dengan penuh nafsu dan menarik rambutnya kasar. Yoyo menampar kuat kedua p******a dinda, gadis itu semakin menangis. “Yo.. sakit aaaahhh sakit..” “Kamu bohong... Ini enak kan..!!!!” Dinda menggelengkan kepalanya.. ia merasa putus asa. “Bilang ini enak kalau ga aku lebih bisa kasar dari ini !!!!” Teriakan yoyo membuat dinda semakin sedih. “Iyaa yo..enak...” “Yang nyaring Dinda !!!” Tamparan keras pun kembali melayang di payudaranya.. “Aaaaaaakhhhhh iyaa enak Yooo”.... Begitu ngilu terasa di p******a adinda, ia hanya mampu memejamkan matanya. Tak sanggup lagi menatap wajah yoyo. Takut namun juga sedih. Yoyo memasukan kedua jarinya ke mulut dinda dan bergoyang kuat di miliknya, c**t dinda ia tekan kuat-kuat dan desahan puas keluar dari mulut yoyo. Cairan miliknya mengalir kental didalam liang dinda. Yoyo terbaring pelan di d**a adinda, nafas nya tersengal-sengal menahan puncak kenikmatan yang baru usai. Dinda hanya terdiam merasakan tubuhnya yang luar biasa lelah. Ia masih merasakan cairan hangat dari milik yoyo memenuhi miliknya. Dan dinda melupakan satu hal penting, jika ia sekarang dalam masa subur. Semoga ini bukan suatu penyesalan yang akan menjadi lebih buruk dikemudian hari..  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD