Pustin hendak mengambil baju yang dia bawa. Akan tetapi wanita pilihan Pustin memaksa untuk membawa baju tersebut. Dan dia menarik tangan Pustin untuk mengikuti dirinya. Bagaikan kisah pasangan pengantin yang hendak berbulan madu. Mereka berempat dibawa ke arah yang berbeda. Hal ini membuat Pustin cukup curiga, “Ke mana kau akan membawa kami?” “Aku tidak akan membocorkannya. Itu nanti tidak akan menjadi kejutan,” jawab wanita itu berhenti sejenak dan memegang tubuh Pustin dan mendekatkan bibirnya ke muka Pustin. Suara jantung Pustin terdengar cukup kencang. Wanita itu menarik kembali tangan Pustin. Nyaris saja Pustin membuat kesalahan ingin mencium wanita tersebut. Beruntung wanita itu segera menarik mukanya dari wajah Pustin. Wanita ini mengajak Pustin ke sebuah lorong dimana terdap

