Part 14. Gara-gara Lean

1661 Words

Langit mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Laki-laki muda itu seakan sedang meluapkan amarahnya saat ini. Di sepanjang perjalanan ia tak peduli dengan umpatan orang yang hampir saja mengenai mobilnya. "Ini pasti karena Lean. Gue yakin, dia pasti memasukkan sesuatu ke dalam minuman yang gue minum kemarin malam." gumam Langit. Sudah mencurigai Lean sahabat lamanya itu sekarang. Karena Langit tahu kalau Lean memang sudah biasa dengan obat seperti itu. "Argh...!" Langit mengacak rambutnya frustrasi. Menyesal? Iya Langit sangat menyesal kala mengingat kejadian malam itu. Malam saat ia melakukannya dengan Dhealova walau saat itu Langit sadar tapi tubuhnya tidak bisa ia kendalikan. "Dhealova pera-wan? Padahal gue pikir ia itu sudah tidak ... Argh ... Gue jahat banget, ya Tuhan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD